Tuk tuk tuk.
Ino mengetuk bosan pada meja di tempat Sakura bekerja. Sakura juga sama. Dia lagi santai sekarang. Setelah hari natal, orderan gak terlalu banyak. Tadinya Sakura pengen santai-santai saja. Tapi kenapa dia gatal banget pengen dekor-dekor?!
"Tanganku gatal." Gumamnya mencubit-cubit udara seakan ada kue di depannya.
"Aku juga." Timpal Ino. Ikut mencubit-cubit udara kosong membayangkan sedang merias wajah. Hari ini dia cuma ngerias 1 orang artist saja. Terus bengong. Soalnya semuanya diambil alih sama anak-anak magang.
Gaara, yang lagi ngunyah makan siang menatap 2 orang ini. Gabut banget deh?
"Nih kerjain tugasku kalau gatal." Dia serahkan tumpukan berkas-berkas skripsi mahasiswanya ke atas meja. Menghadap 2 gadis itu.
"Sakura lebih mending ngerjain Gaara aja sih daripada ngerjain skripsi lagi." Ucap Sakura. Dia jadi ingat lagi masa-masa ketika menyusun kertas-kertas yang katanya tugas akhir itu.
"Sama. Siniin rambutmu Gaara, biar kugunting aja."
"Enak aja! Ini rambut kesayangan!" Pria ini berusaha menghindar dari gapaian tangan Ino. Enak saja main gunting.
"Heh! Ngapain ribut-ribut? Kedengeran sampe depan." Lalu pintu terbuka dan menampakkan sosok Tenten, bersama Hinata.
"Hinata!" Seru Ino dan Sakura. Memeluk gadis itu dan Gaara bersyukur karena rambutnya gak jadi dijadiin objek.
"Hai." Balas adiknya Neji itu. Membalas pelukan Sakura dan Ino juga.
"Sini duduk. Selamat datang di markas geng Sakura." Gadis berambut merah muda ini merentangkan tangannya. Menyambut Hinata seolah-olah bilik ini memang markas beneran. Hinata tertawa menimpalinya.
"Gaara-san. Kau disini juga?" Gak lupa menyapa pria ini. Gaara mengangguk canggung. Soalnya udah lama juga gak ketemu Hinata. Dan mereka juga gak kenal-kenal banget. Cuma pernah sekelas pas kelas 1 aja.
"Hai. Gimana London? Keren kah?"
"Sekeren-kerennya London, lebih baik di Konoha." Balasnya. Sebab selama 6 tahun ini dia memang selalu merindukan kota kelahiran.
"Ngomong-ngomong, sejak kapan Gaara-san masuk geng Sakura?" Ditanyai begitu buat Gaara tertohok. Dia merasa kayak gak punya teman banget deh sampai harus masuk geng cewe-cewe.
"Oh! Jangan salah Hinata. Gaara bukan cuma member baru aja, tapi bodyguard kita juga." Timpal Tenten. Gadis itu tadi sempat ke depan sebentar untuk mengambil pesanan. Lalu kembali lagi dan mendengar pertanyaan Hinata.
"Hahaha. Iya." Dalam hati Gaara meronta. Apanya yang bodyguard? Kacung iya.
"Ngomong-ngomong tumben Tenten bisa kesini. Sudah gak sibuk lagi?"
"Pertanyaanmu aneh, Ra. Jelas lah udah gak sibuk kerja. Kan yayang udah pulang. Aw!" Meringis Ino karena lengannya dicubit cukup kuat sama Tenten. Dia mendelik, dibalas delikan juga sama Tenten. Siapa suruh jahil.
"Aku udah cuti kok. Sekalian ajak Hinata aja kesini. Udah lama juga kan dia gak jalan-jalan."
"Oh ya? Cuti sampai kapan?"
"Sampai awal tahun baru." Sakura dan Ino membulatkan bibir. Wow lumayan lama ya.
"Cuti kemana Ten? Mau liburan ya?" Gaara juga ikut dalam obrolan. Sudah selesai makan siang juga.
"Rencananya mau liburan ke Oto. Mau berselancar disana. Oh iya. Neji buat rencana kumpul-kumpul teman SMA. Ikut yuk. Kita sewa villa." Pernyataan Tenten buat Sakura sama Ino seketika bersemangat. Boleh tuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Didn't Expect! II
RomanceCinta yang gak terduga itu sekarang bersemi indah. Enam tahun berlalu, bagaimana kelanjutan hubungan mereka? (Better buat baca dulu season 1 ya). Naruto belongs Masashi Kishimoto. Warning! Beberapa chapter mungkin akan menggunakan bahasa dewasa yang...
