Project NaruHina

447 62 41
                                    

"Hoam!!" Gadis yang punya rambut berwarna pink ini baru saja bangun. Dia turun ke dapur menyapa teman-temannya yang pada baru bangun juga.

"Pagi teman-teman." Ucapnya lesu. Ikut bergabung bersama Gaara yang lagi tepar di sofa, bersandar di punggung pria itu. Semalam, mereka benar-benar berpesta layaknya remaja. Semalam suntuk main kartu, main truth or dare yang kata Sasuke kuno banget. Terus sedikit minum-minum juga, kecuali Sakura yang memang gak dibolehin minum alkohol itu sama Sasuke. Apalagi Gaara. Pria itu juga melarang karena...you know lah. Dia gak mau mengurusi Sakura yang mabuk lagi!

Entah jam berapa mereka tertidur, yang jelas hari ini mereka semua bangun kesiangan.

"Sakura-chan, basuh muka dulu." Hinata yang sudah rapi menepuk-nepuk pelan pipi temannya itu. Pergerakan Sakura jadi buat Gaara terbangun juga.

"Hm..iya bu. Bentar lagi ya bu." Gumamnya.

"Aku bukan ibumu Sakura-chan." Seperti ibu-ibu yang mengurusi anaknya, Hinata tarik tangan gadis itu supaya dia mau segera bangun. Tapi Sakura malah semakin merapat ke Gaara.

"Ck! Sakura, berat!" Tak lama akhirnya Sakura bangun juga gara-gara punggung tegap Gaara hilang begitu saja.

"Sakura-chan, pagi/Pagi jidat." Dua orang baru saja keluar dari kamar bawah. Orang itu adalah Naruto dan Sai, yang masih sedikit ngantuk tapi sudah bisa sadar dengan dunia.

"Pagi. Sasuke-kun mana?" Dia bertanya begitu karena semalam Sasuke satu kamar bersama Sai dan Naruto. Setelah berciuman cukup panjang dengan tunangannya itu, pasangan Sasusaku memisahkan diri dan bersikap seolah-olah gak ada yang terjadi.

"Di dalam. Masih tidur." Sahut Sai.

"Oke." Setelah mendapat informasi itu, tanpa izin Sakura masuk ke kamar Sasuke. Naruto yang tadinya 85% sadar, tiba-tiba jadi 100% sadar karena melihat Sakura yang masuk ke kamar Sasuke.

"Sakura-chan mau ngapain?!" Batinnya berteriak ditambah lagi Sakura menutup pintu kamar itu.

"Naruto-kun. Sai-kun. Ayo sarapan." Lalu panggilan Hinata mengurungkan niat Naruto yang mau masuk ke kamarnya lagi.

Saat ini Sakura bisa melihat tunangannya yang masih tertidur damai di ranjang. Tadinya sih begitu, sampai Sakura melompat dan menerjunkan diri ke sisi Sasuke.

BRUK!

Mata Sasuke sampai melotot karena terbangun dengan sangat tidak santai.

"Ck! Dobe!" Dia tersulut emosi. Tadinya berpikir kalau Naruto lagi jahil. Lah tapi kok rambutnya warna merah muda?

"Sshhhh..." Ternyata bukan Naruto, melainkan tunangannya, Sakura. Lagi memejamkan mata dan memeluk guling yang semalam dipeluk Naruto.

Tunggu! Sasuke baru sadar!

SET!

"Aaa! Sasuke-kun. Jangan direbut gulingnya Sakura. Sakura gak bisa tidur kalau gak meluk guling." Tangan Sakura menggapai udara. Merengek tapi tetap memejamkan mata.

"Bangun!" Nadanya tegas dan dingin. Melempar guling itu ke lantai dan menyibak selimut yang melilit tubuh Sakura akibat gadis itu berguling-guling. Gerakannya yang kemana-mana jadi buat baju gadis itu tersingkap. Memperlihatkan hal ya g semestinya gak boleh dilihat Sasuke. Soalnya bahaya. Ini masih pagi. Sasuke juga baru bangun. Cukup dianya aja yang bangun. Si onoh jangan.....

"Aaa. Gak mau gak mau! Pengen tidur lagi!!!!!."

"Sakura, bangun!" Tetap dengan penekanannya. Namun sepertinya hal itu tak membuat Sakura takut. Buktinya dia tetap berguling-guling, meronta-ronta supaya guling tadi dikembalikan. Sampai akhirnya dia terjatuh dari ranjang akibat ulahnya sendiri.

Didn't Expect! IITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang