Ck,ck,ck,ck
Suara air hujan dihantam oleh langkah seorang Reverse.
Boboiboy menatap diam ambang pintu yang terbuka lebar,Menarik angin dan beberapa rintik hujan masuk ke dalam rumah.
Hal itu lagi.
Perasaan itu muncul lagi ke dalam hati Boboiboy. Perasaan itu..?
Kejadian apa.
Siapa dia.
Apa hubungannya dengan ku..?
Pertanyaan yang selalu menghantui Boboiboy. Pertanyaan yang tidak tau kapan akan terjawab.
"Baiklah..seperti kata ku,aku percaya dengan mu. Ingatlah,aku akan selalu datang kapan pun kau perlu. Ya.."
"Suara itu lagi..suaranya. Ya! Itu..itu suara Anak tadi..." gumam Boboiboy. "Siapa..Kenapa rasanya,kami sangat akrab. Apa yang sebenarnya aku rasakan. Apa ada yang aku lupakan..? Sesuatu seperti...siapa dia itu?"
13.46
"Ssh. Aku sudah bilang untuk memercayai ku. Jadi,percayalah padaku.. ya?"
"Kau akan pergi meninggalkan ku!? Dasar pengkhianat"
"Hey,dengar...aku tidak akan pergi. Tidak akan."
"AAAH!"
"...."
"Aku..aku tertidur lagi ya.." gumam kecil Boboiboy. "Mimpi itu..kehidupan masa lalu atau prediksi masa depan? Ataukah hanya sekadar bunga mimpi alam bawah sadar ku.." batinnya lagi.
Tidak mau berlama lama diam,Boboiboy memilih ke kamarnya dan berpikir dengan jernih. Namun langkahnya terhenti ketika melihat sepiring pancake yang belum dihabiskannya.
"..."
Dihampiri Pancake itu olehnya. Ia duduk di meja makan dengan tenang dan mencoba memakan sepiring pancake di depannya.
Tentu saja sudah sangat dingin. Terlebih lagi,tadi sempat terkena rintikkan hujan.
Ah. Rintikkan hujan. Tadi pintunya terbuka.
"...tertutup..?" lirih Boboiboy saat menoleh pintu utama rumahnya. Suapan terakhir dihabiskan olehnya. Sekarang Boboiboy mendekati pintu utamanya,dan ingin memastikan kalau pintu tadi hanya tertutup karna angin.
"....benar hanya angin mungkin" batinnya. Boboiboy berjalan ke atas dengan lesu. Ia menyalakan saklar lampu yang sudah sangat usang. "Harus diganti sepertinya" pikirnya.
Lampu berkedip beberapa kali dulu baru menyala dengan sempurna. Boboiboy duduk di meja belajarnya. Menikmati rintikkan hujan yang turun dengan cepatnya hingga menyentuh aspal.
Tidak menyukai suasana sepi,Boboiboy memasang headphone yang dimilikinya. Berputarlah lagu Lonely oleh Justin Bieber dan Benny Blanco di telinga Boboiboy.
Hujan yang deras,dibarengi perginya seseorang yang terasa sangat familiar.
Apa maksud semua ini...?
Apakah..
Apakah ini semua yang dinamakan..
De Javu..?
Lama termenung,Boboiboy tiba tiba mengingat sesuatu yang dipikirnya punya hubungan dengan hal yang sering menghantuinya.
Tangan Boboiboy membuka seluruh laci meja belajarnya,namun tidak ditemukan apapun olehnya,hingga sampai pada laci terakhir.
Kertas.
Ia menemukan sebuah kertas lipat 4 yang agak lecek. Boboiboy terdiam sebentar. Mencoba mengingat apa isi kertas itu di mimpinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Identitas Yang Telah Tiada 2 : Recall Every Single Memory
Fanfiction𝕸𝖊𝖓𝖌𝖎𝖓𝖌𝖆𝖙 𝕯𝖎𝖆. 𝖄𝖆𝖓𝖌 ỉᦔꫀ᭢ᡶỉᡶꪖక᭢ꪗꪖ 𝕾𝖊𝖑𝖆𝖑𝖚 𝕿𝖊𝖗𝖘𝖊𝖑𝖎𝖕 𝕯𝖎 𝕻𝖎𝖐𝖎𝖗𝖆𝖓 𝕶𝖚. 𝖄𝖆𝖓𝖌 𝕾𝖊𝖑𝖆𝖑𝖚 𝕸𝖊𝖒𝖇𝖆𝖜𝖆 𝕾𝖆𝖐𝖎𝖙 𝕶𝖊 𝕶𝖊𝖕𝖆𝖑𝖆𝖐𝖚 𝕾𝖆𝖆𝖙 𝕬𝖐𝖚 𝕸𝖊𝖑𝖎𝖍𝖆𝖙 𝕾𝖎𝖑𝖚𝖊𝖙 𝖂𝖆𝖏𝖆𝖍𝖓𝖞𝖆. ...
