Chapter 2 ~ That Memory

1.3K 131 12
                                        

"Pagi,Komandan!" Koor Boboiboy bersama temannya saat di suruh menghadap Komandan Kokoci dan Laksamana Tarung.

"Pagi,Boboiboy dan kawan kawan. Pagi ini kami mengumpulkan kalian disini untuk membantu kami mendapatkan satu power sphera. Kami harap kalian dapat membawanya dengan aman ke T.A.P.O.P.S."
Kokoci memberi jelas.

Tanpa keraguan,Boboiboy mengambil misi itu. Tidak butuh berminggu minggu,ia sudah mendapatkan Power Sphera yang dimaksud dalam 3 hari. Sampai pada hari dimana Boboiboy hendak pulang bersama temannya.

"Sampai jumpa!" Seru Ying lalu masuk ke dalam pesawat angkasa. Boboiboy juga hendak masuk,namun,salah satu penduduk menahan lengannya hingga Boboiboy berhenti.

"Boboiboy,bukan?" tanyanya. Boboiboy mengangguk riang sambil memamerkan senyumnya.

"Tolong ingat dia secepat mungkin...Kami ikut bersedih ketika dia duduk setiap malam di pinggir semenanjung desa kami. Ia hanya memikirkan kapan kau akan mengingatnya.."

Perkataan penduduk itu membuat Boboiboy berpikir. "Maaf..tapi,siapa yang kau maksud?" tanya Boboiboy lembut.

Penduduk itu tampak kaget sekaligus kecewa. Ia hanya menggeleng sendu. Boboiboy ingin menanyakan keadaannya,namun ia sudah dipanggil oleh teman temannya. Jadi Boboiboy meninggalkan penduduk itu.

Pertanyaannya terus mencari tempat singgah di pikiran Boboiboy. Membuat pemuda dengan iris coklat keoranyean itu melamun hampir di sepanjang perjalanan.

"Oi,Boboiboy."

"...."

"HOOI,BOBOIBOY!"

"Aaah,iya,Fang?" Gugup Boboiboy yang baru sadar dari lamunanya.
"Apa yang kau lamunkan?" Tanya Fang yang terlihat kesal. "Tidak..."
Tidak yakin dengan jawaban Boboiboy,Fang menatap bingung.

"Boboiboy! Lusa peringatan 1 tahun meninggalnya Tok Aba kan? Kau pasti pulang ke rumah ya...maaf,sepertinya kami tidak bisa ikut.." Yaya masuk dalam perbincangan Boboiboy dan Fang.

"Ya..tidak apa apa. Lagi pula,aku ingin meminta hari libur lebih" Boboiboy menatap ke luar jendela.

Menatap ke arah ratusan bintang yang menyapanya lewat gemerlap sinar mereka. "Lebih?" ulang Ying yang tiba tiba datang.

"Mhm,ya. Aku sedikit merindukan rumah. Mungkin akan ku genapkan menjadi sebulan." Jelas Boboiboy.

Tidak tau kenapa,saat Boboiboy mengatakan sebulan,teman temannya tertegun. Seakan mereka tidak mau Boboiboy ada di rumah itu terlalu lama.

"B-Boboiboy..seminggu saja ya..nanti..takutnya..uh.." Yaya terlihat gagap. "Nanti semakin sedih! Ya! Haha! Nanti kau akan menjadi lebih sedih.." Sela Fang tiba tiba.

"Tidak..aku akan disana sebulan. Kalian fokuslah dengan T.A.P.O.P.S." Jawab Boboiboy tanpa mengalihkan pandangannya. Sangat terhipnotis matanya melihat bintang bintang indah yang bertebaran,hingga ia tidak melihat betapa janggalnya ekspresi teman temannya.

That House 』

"Kapten Papa,apa masih lama?" tanya Boboiboy dengan wajah bosan. "Tak lama lagi. Tunggu" Jawab singkat Kapten Papa Zola.

Boboiboy menghela napas berat. Panggilan jam kuasanya membuat ia mengangkat kepalanya yang sedari tadi ia tidurkan di meja.

"Ya,Komandan?"

"Boboiboy. Pikirkan lagi. Seminggu saja ya?" Tanpa basa basi,Komandan Kokoci langsung ke inti.

"Maaf,Komandan. Keputusan Boboiboy sudah bulat. Memangnya kenapa kalau Boboiboy pergi sebulan? Teknologi sudah di upgrade sehingga tidak ada yang bisa menghancurkan T.A.P.O.P.S bukan? Sudah ya,Komandan. Sudah mau sampai" Kata Boboiboy mengakhiri panggilan.

Identitas Yang Telah Tiada 2 : Recall Every Single Memory Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang