Chapter 4 ~ Forgotten Way

1.1K 109 12
                                        

"...."

"Tapi bagaimana dengan mu sendiri. Pernah De Javu tidak?" Tanya Boboiboy pada orang yang tengah menyisir rambutnya itu.

"Tidak tau."

"..."

"Sudah. Kalau rapi begini akan lebih enak dipandang. Karna sekarang sudah larut,sebaiknya kau tidur." kata Reverse sambil mengelus pelan surai Boboiboy.

Boboiboy terdiam.
Elusan ini..
seperti hembusan angin saat itu...
Pikirnya.

"Malah diam,ayo tidur sana" tegur Reverse sambil memukul kecil kepala Boboiboy. Setelah tersadar dari lamunannya,Boboiboy berdiri dan beranjak ke ranjangnya.

Belum terangsang untuk tidur,Boboiboy menatap Reverse yang sedang membereskan koper Boboiboy.

"Kenapa dibereskan?" tanyanya. "Kau mau membiarkannya berantakan begini?" jawab Reverse dengan tatapan kesal pada koper itu.

"Ya tidak begitu juga...maksud ku..kita tidak sedekat itu.." Gumam Boboiboy lirih. Reverse terhenti sebentar dari kegiatannya  hanya untuk menatap lawan bicaranya sekilas.

"Tidak tau. Hanya jengkel saja melihatnya" kata Reverse beralasan sambil melanjutkan kegiatannya.

Boboiboy hanya diam melihat Reverse yang tengah melipat bajunya dan memasukkannya ke dalam lemari.

...

"Hey" Boboiboy memulai pembicaraan. Reverse hanya melihat sekilas lalu melipat baju lagi.

"Kau punya cerita tidak?" Sambung Boboiboy yang membuat Reverse menatap bingung.

"Bukan..bukan dongeng! Cerita biasa.." Kata Boboiboy malu. Reverse menutup mulutnya dengan tangan agar Boboiboy tidak melihatnya tertawa.

"Sepertinya aku punya" katanya sambil mendekati Boboiboy yang menggulung diri di dalam selimut.

"Cerita..seperti apa..?"

"Bagaimana jika kau menilainya sendiri..?"
Katanya lagi. "Ini tentang Adik kecil ku. Dia sangat manis meski terkadang sulit dibangunkan,dan menjengkelkan" sambungnya lagi.

Boboiboy terlihat tidak mengerti apa yang Reverse bicarakan.

"Aku punya Adik. Umurnya tidak jauh dari ku,hanya saja sifatnya agak kekanak kanakan. Dia suka jika aku membelai rambutnya,terkadang aku membelikannya es krim. Beberapa kali 10 es krim dapat dihabiskannya dengan waktu 2 menit. Hal yang suka dilakukannya adalah mengekori ku. Itu menjengkelkan,tapi setidaknya dia ada dalam jangkauan pandangan ku. Daripada hilang,kan?" jelas Reverse.

Boboiboy mendengarkan dengan semangat.
"Dimana Adik mu? Siapa namanya?" tanya Boboiboy.
Reverse terdiam sebentar. Wajahnya yang tadinya terukir senyum tipis sekarang agak lesu.

"Dia.."

"Dia pergi dari jangkauan ku"

Boboiboy bingung. "Pergi dari jangkauan? Apa maksud mu? Dia diculik?" Celetuk Boboiboy.

"Pfth,tidak begitu. Sekelompok orang menyerang rumah kami. Mereka mengambil energi ku saat aku lengah. Adik ku berdiri di depan ku bermaksud melindungi,tapi,dia dibuat tak sadar diri..."

"Mereka membawanya ke markas mereka. Saat aku hendak membawanya pulang.."
Reverse terhenti. Bibirnya bergetar hebat. Sepertinya,semakin ceritanya dilanjutkan semakin tertusuk hatinya.

Boboiboy bukanlah orang yang tidak tau situasi. Ia memutuskan berhenti saja. "Tidak perlu dilanjutkan. Ceritakan saat kau siap. Kau benar. Sekarang sudah malam,aku akan tidur. Baju ku akan ku lipat besok pagi,kau juga tidurlah di kamar Tok Aba" Katanya sambil menaruh tangannya di tangan Reverse yang dinginnya menandingi es.

Identitas Yang Telah Tiada 2 : Recall Every Single Memory Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang