Chapter 16 ~ Wonderful!

752 90 4
                                        

Merangsek masuk ke dalam pikiran seseorang. Aku belum pernah mencoba hal ini sebelumnya. Reverse selalu menjadi orang gila ya.

Boboiboy tertidur pulas. Damai sekali tidurnya,aku jadi agak ragu. Reverse membalikkan wajahnya agar bisa menatap ku. Aku tau ada rasa ragu disana,lagi pula,dia sangat menyayangi remaja kesayangannya ini.

Dia menghela napas. Membuang keraguannya. Aku mengikuti,tapi keraguan ku tidak hilang.

Kau tau,aku suka namanya sebenarnya. Reverse. Jelas,padat,dan punya arti yang keren. Maksud ku,aku suka nama ku juga,tapi,rasanya berbeda. Yu Wanwei. Tidakkah itu agak...
Aneh..?

Saat pertama aku mengenal Reverse,aku agak kesal. Apalagi hobinya itu memaksa orang. Tapi,aku merasakan sesuatu yang belum aku rasakan di negri asing ini.

Dia adalah orang yang benar benar percaya padaku. Aku yang Seorang Warga Negara Asing. Aku tidak suka pada keluarga ku karna mereka terus menentang ku menjadi dokter di sini. Mereka ingin aku terjebak di negara asal ku.
Aku benci dikekang.

Beberapa orang yang datang berobat ke Rumah Sakit ku terkadang tidak seramah itu. Mereka akan menatap ku dengan tatapan aneh,tidak suka,meremehkan,bahkan benci.

Saat pertama kali Reverse datang,dia terus memaksa ku mengutamakan Adiknya. Apalah aku yang tidak kenal siapa Adiknya,lalu dia mengatakan Adiknya itu Boboiboy. Haha,aku iri dengan Boboiboy.

Punya Seseorang yang mati matian menjaganya. Aku sempat menolak menolong Boboiboy saat beberapa organnya rusak. Kau ingat? Saat Reverse memaksa mendonor jantungnya? Ya,dia gila. Aku tau.

Aku sangat terharu,kau tau. Aku juga ingin seseorang yang menyayangi ku seperti itu. Kapan ya,aku mendapatkannya?
Ah,haha,membayangkannya saja sudah sulit.

Aku mengeratkan kepalan tangan ku,lalu menatap lekat Reverse yang memperhatikan Boboiboy. "Kita sudah jauh,tidak bisa kembali. Sudah tidak boleh berpikir dua kali. Kita harus yakin. Masa sudah di titik ini malah ragu. Dasar aneh" Celetuk ku pada pemuda seumur ku yang punya surai putih itu.

Dia lantas beralih menatap ku. Cukup lama,lalu dia menghela napas ringan sambil tersenyum. Woah,senyumnya lebih lebar dari biasanya. Ini momen langka,loh. Biasanya senyumnya hanya setipis satu helai rambut-Tidak,tidak,aku hanya melebih lebihkan. Tidak setipis itu.

"Baiklah. Ayo kita mulai" katanya lalu pergi ke arah jendela kecil kamar Boboiboy. Dia loncat lalu berdiri tepat di bingkai jendela,mengulur tangan pada ku.

"Mau apa?" tanya ku. Dia melirik ke belakang. Uh,oh,dia menyuruh ku melompat!? Baiklah,aku mulai menyesal memberinya semangat.

Reverse turun lalu menyambar tangan ku,lantas loncat ke bawah. Refleks sekali,aku menutup mata. Mempersiapkan mental untuk terantuk genteng atap yang keras,tapi,hey,aku mengapung. Tunggu,apa!?

Aku mengapung..?

Sungguh..?

"Kita sampai" Reverse berlirih. Aku mengapung di udara. Ah,ah. Tidak. Ini sepertinya ruang hampa udara. Tapi aneh,aku masih bisa bernapas. "Jangan bersikap kolot. Ini di dalam saraf pikir Boboiboy." Aku ber oh ria mendengar penjelasan Reverse. Sekarang aku merasa bodoh.

Reverse menjentikkan jarinya. Aku terngaga melihat apa yang terjadi berikutnya. Ruang gelap hampa udara ini berubah menjadi umm..apa ya..semacam Perpustakaan aku rasa.

Ada banyak rak,dan buku. Aku melihat ke bawah. Masih mengapung. Rasanya seperti berdiri di atas kaca transparan yang langsung memperlihatkan jalan di bawah.

"Ini adalah saraf pikir. Semua ingatan akan tergulung,lalu tertulis di setiap lembar buku yang ada di sini." Reverse mulai berjalan sambil memberi kejelasan. Aku hanya mencoba menjajarkan langkahnya.

Identitas Yang Telah Tiada 2 : Recall Every Single Memory Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang