[CBGS]
Binar akui dia salah. Siapapun boleh mencela Binar atas perbuatannya yang salah. Binar terima celaan dari orang orang yang menamainya sebagai perusak hubungan orang. Binar tak masalah.
Namun jika ada yang meragukan bahkan mencela rasa cintany...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sudah selesai mandinya?" Tanya Binar tanpa mengalihkan pandangan dari iPad miliknya
"Sudah sayang"
Lean berjalan kearah pojok kamar, menyimpan handuk yang baru saja selesai dia gunakan untuk mandi, "Maaf ya aku jadi ngerepotin kamu malem malem"
"Tidak apa apa Lean" jawab Binar namun masih fokus dengan iPad miliknya.
Melihat Binar yang terlalu fokus dengan iPad dan tidak memperhatikannya, entah kenapa sedikit banyak membuat hati Lean merasa kesal. Jadi dengan tergesa, Lean membawa langkahnya ke arah ranjang dan langsung merebahkan tubuhnya di samping Binar
"Kamu lihat apa sih, sampai fokus banget" kepala Lean sedikit melongak ke arah iPad Binar
"Ingin ke pantai ya?" Meskipun sekarang Binar sudah menutup iPad miliknya, tetapi tadi Lean masih sempat melihat iPad Binar yang menampilkan foto pemandangan pantai.
"Nevermind, tidak usah di pikirkan" Binar tersenyum ke arah Lean.
Tangan Lean terangkat, diusapnya pelan pipi Binar dengan tangan kanannya, "Tidak papa sayang, bilang saja" katanya, lantas mengecup singkat bibir Binar, "Besok kita pergi ke pantai hm?"
"Tapi kan besok kamu kerja.." Bibir Binar mengerucut kesal.
"Besok aku usahakan untuk pulang lebih awal, jadi sorenya kita bisa langsung berangkat ke pantai melihat sunset hm?"
Mendengar perkataan Lean, seketika membuat raut wajah Binar berubah menjadi senang. Dia tersenyum lebar sambil mengangguk antusias, "Boleh Boleh.."
"Yasudah kalo gitu sekarang kamu tidur" perlahan Lean merebahkan tubuh Binar, sesekali dia juga membenarkan posisi bantal Binar agar nyaman untuk di gunakan.
Setelahnya, Lean ikut merebahkan dirinya di samping Binar. Binar dan Lean tidur dengan posisi saling berhadapan.
"Sudah jam 2 masa mau tidur?" Binar melirik jam yang ada di kamarnya
Lean mengusap pelan rambut panjang Binar, "Ya gapapa sayang, supaya besok pagi kamu fresh."
Binar memilih untuk tidak menjawab perkataan Lean. Kini fokus Binar teralih pada pahatan wajah Lean yang terlihat nyaris sempurna. Mata Binar, benar benar tidak bisa beralih dari wajah Lean
Tidak jauh berbeda dengan Binar, kini fokus Lean juga ikut beralih pada wajah Binar. Matanya tak henti memperhatikan bibir Binar yang merah merona. Mengundang dirinya untuk segera mencicipi bibir tersebut.
Keduanya benar benar larut dengan pesona masing masing.
Namun, tak lama kemudian Lean memecah keheningan yang ada diantara mereka, "Kamu tidak kedinginan hm?"
Tangan Lean terangkat menuju bahu mulus Binar yang tidak terlapisi dengan kain apapun. Sesekali tangannya mengusap pelan bahu Binar seolah memberi kehangatan.