Sakura sedang menunggu dikursi tunggu rumah sakit dengan perasaan cemas. Sasori sekarang masih diperiksa oleh dokter. Semua ini salahnya. Kalau bosnya itu tidak melindunginya, mungkin dia tidak akan berakhir dirumah sakit seperti ini.
Pintu ruangan rawat sasori terbuka. Sakura langsung berdiri saat melihat dokter yang berjalan keluar ruangan. "Bagaimana keadaannya dokter?" Tanya sakura. "Saya sudah memeriksanya. Beliau tidak sadarkan diri karena kepalanya terbentur menghantam lantai. Beruntung tidak ada luka serius di kepalanya. Namun, kaki kanan beliau mengalami cedera ringan. Untuk sementara waktu, kaki beliau harus di gips. Dan beliau butuh bantuan kruk untuk berjalan. Besok beliau sudah diperbolehkan pulang"
Selepas kepergian dokter, sakura lamgsung memasuki ruang rawat sasori. Dia melihat sasori masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Sakura benar-benar merasa dirinya adalah pembuat masalah.
Bosnya itu bahkan sampai seperti ini. Sakura melihat ke arah kaki kanan sasori yang sudah di gips. 'Ah, pasti rasanya sangat sakit.' Batin gadis itu.
Sakura masih duduk dan menunggu sasori sadar. Tanpa sadar, gadis itu tertidur dikursi dengan kepala yang bertumpu diranjang pemuda itu.
.
Sasori membuka matanya perlahan. Dia mengedip-ngedipkan mata hazelnya beberapa kali. Dimana dia sekarang? Kalau tidak salah ingat, dirinya tadi sedang berada di department store yang baru saja dibangun. Apa dia masih disana?
Dia melihat seisi ruangan dan menyadari kalau dirinya sedang ada dirumah sakit. Sasori menoleh kesamping dan mendapati kepala merah jambu disebelah tangannya.
"Sakura?" Sasori tidak menyangka gadis ini menungguinya sepanjang hari. Sasori menggerakkan tangannya untuk membelai surai lembut milik gadis itu. Dia tidak ingin sakura bangun dulu sekarang. Dia masih ingin menikmati momen ini.
Sesekali, tangan sasori akan menepuk-nepuk ringan kepala gadis itu. Sasori menerawang ke masa lalu, dimana dia pertama kali bertemu sakura. Kakeknya mengangkat gadis itu untuk menjadi sekretaris sasori. Awalnya sasori tidak terlalu menyukai keputusan itu. Namun, saat bekerja semakin lama bersama sakura, dia merasa nyaman dan juga entah sejak kapan perasaan itu tumbuh, secara perlahan, dia mulai jatuh cinta kepada gadis itu.
Gadis itu sangat berbeda dengan gadis-gadis lain. Tidak seperti gadis lainnya yang akan mendekati sasori dengan terang-terangan dan menjadikan pekerjaan sebagai alasan, sakura akan melakukan sesuatu sesuai tugasnya. Dia tidak akan menemui sasori kalau bukan urusan pekerjaan. Dan sakura akan terlihat memasang tembok besi jika sasori berusaha mendekatinya.
Dulu dia ingat, bagaimana gadis itu selalu menolak semua ajakannya dengan alasan itu tidak ada dalam daftar pekerjaannya. Awalnya sasori hanya bisa pasrah, namun sekarang pria itu akan mengajak sakura dan mengatakan jika ini adalah perintahnya sebagai bos.
Sakura adalah tipe orang yang sangat tertutup. Sasori menyadari itu dalam sekali lihat. Dia tidak pernah melihat gadis itu bergaul dengan rekan kerjanya dikantor. Selalu terlihat menyendiri. Hal itu awalnya membuat sasori terdorong untuk menjadi teman gadis itu, namun dia malah terbawa perasaannya sendiri. Bukannya menjadi temannya, pria itu malah jatuh cinta padanya.
Setelah selama ini berhadapan dengan begitu banyak wanita, sasori sadar, bahwa orang yang seperti sakura lah yang dia cari. Walaupun suka menyendiri, gadis itu memiliki banyak sisi positif di dalam dirinya. Sakura hanya kurang pandai bergaul saja. Dia memutuskan untuk mendekati gadis itu secara perlahan, dan tidak membuat sakura risih. Sampai gadis itu akan menerimanya dengan kemauannya sendiri.
Tangan sasori yang masih menepuk-nepuk ringan kepala sakura, membuat gadis itu perlahan terbangun.
"Sasori-san?" Sasori secara refleks mengangkat tangannya itu dari kepala sakura. Dia langsung berdeham untuk menetralkan rasa malunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Break Up?
Fanfic"Sasuke-kun, ayo putus." senyum di bibir sasuke seketika langsung hilang saat mendengar kata-kata yang paling ditakutinya itu. Disclaimer : Masashi Kishimoto Rated : T Genre : Romance Pair : SasuSaku Terinspirasi dari drama korea 'Our Beloved Summer'
