Di sebuah koridor, terlihat seorang pria yang berperawakan tinggi dengan penampilan yang sangat tampan tengah berjalan menuju ball room.
Sembari berjalan, sasuke mengancingkan kancing lengan jasnya. Ia terlihat begitu luar biasa tampan malam ini.
Sasuke terus berjalan, mengabaikan tatapan para pelayan yang baru saja kembali dari ball room menatapnya dengan tatapan kagum. Ia terus menatap lurus ke arah pintu ball room yang hampir berada di dekatnya. Sasuke yang baru saja akan membuka pintu langsung menghentikan langkahnya ketika mendengar suara wanita yang memanggilnya.
"Sasuke-kun! Tunggu aku!" Mendengar itu, sasuke secara reflek membalik badannya untuk melihat siapa yang memanggilnya itu. Ck, lagi-lagi karin. Kini ia sedang membatin sendiri. Kenapa wanita ini tiba-tiba muncul? Padahal seharusnya dia masih di london sekarang.
Saat karin sudah berada tepat di depan sasuke, wanita itu langsung menggaet lengan sasuke dan menyeret lelaki itu.
"Kapan kau tiba di jepang?" Sasuke yang sekarang sedang diseret oleh wanita itu, tanpa basi-basi menanyakan hal itu dengan suara yang jelas-jelas menyiratkan ketidaksukaan.
"Tadi siang sasuke-kun. Mendengar tunanganku akan menyelenggarakan pesta perayaannya membuatku langsung terbang kesini. Mana mungkin aku membuat sasuke-kun berdiri sendirian di ballroom." Ucap karin sambil memanyunkan bibirnya dan itu membuat sasuke merasa geli. Geli karena jijik tepatnya.
"Tidak usah menempel terlalu erat." Kata sasuke sambil berniat melepas tangan karin yang menggelayut di lengannya. "Kau mau membuat orang tua kita kecewa?" Tanya karin dengan wajah sedih yang dibuat-buat. Melihat itu sasuke langsung mendecih dan melanjutkan jalannya.
Pintu ballroom terbuka. Menampilkan uchiha sasuke yang kini bergandengan mesra dengan tunangannya. Mereka berdua kini tengah berjalan menuju dimana kedua orang tua sasuke berdiri.
Saat mereka bertemu, karin langsung melepaskan gandengannya dan memeluk mikoto dan fugaku secara bergantian. Hal itu membuat sasuke lega dan tersenyum tipis, karena akhirnya perempuan merah itu tidak menempel lagi dengannya.
Kini saatnya sasuke mengenalkan diri, awalnya ia berniat mengenalkan dirinya sendiri. Namun saat tidak sengaja menatap wajah ibunya yang kini memasang kode sambil melirik ke arah karin, membuat sasuke dengan terpaksa ikut mengenalkan wanita itu sebagai tunangannya.
"Selamat malam semuanya. Aku Uchiha Sasuke dan ini adalah tunanganku, Uzumaki Karin."
Terdengar suara tepukan tangan yang lebih kencang dan juga sorak sorai dari beberapa orang.
Setelah itu, sasuke mengucapkan terima kasih dan beberapa kata sambutan lain mengenai jabatan barunya sebagai CEO. Setelah itu ia mengakhiri sambutannya dan mempersilahkan para tamu menikmati pestanya.
Sasuke berjalan mengelilingi ballroom untuk menyapa para tamunya dan diikuti oleh karin yang kembali menggandeng lengan sasuke.
"Teme!" Sasuke yang tengah mengobrol dengan salah satu tamunya pun langsung menoleh mendengar suara itu. Seorang pemuda berambut pirang terlihat berlari kecil ke arahnya. Rambut pemuda itu yang biasanya berbentuk jabrik, hari ini terlihat ditata lebih rapi dan membuatnya terlihat lebih tampan.
Sasuke izin undur diri kepada tamunya itu dan mendekati naruto. "Wah teme! Bagaimana kabarmu? Kau terlihat makin gagah saja sekarang!" Ucap naruto dengan cengiran khasnya. Sasuke yang mendengarnya hanya mendengus. "Aku baik dobe. Bagaimana denganmu?" Mendengar itu, cengiran naruto pun menjadi lebih lebar dari sebelumnya. "Aku baik dobe! Temanmu ini akan bertunangan sebentar lagi hehehe." Sasuke hanya tersenyum tipis mendengar itu. Sahabatnya itu ternyata akan bertunangan sebentar lagi. Dia turut senang mendengar itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Break Up?
Fanfiction"Sasuke-kun, ayo putus." senyum di bibir sasuke seketika langsung hilang saat mendengar kata-kata yang paling ditakutinya itu. Disclaimer : Masashi Kishimoto Rated : T Genre : Romance Pair : SasuSaku Terinspirasi dari drama korea 'Our Beloved Summer'
