~Chapter 5~

1.3K 88 0
                                        

#Dirumah Sakit#

Dikamar rawat blaze terlihat ice sudah mulai tenang.. Sekarang ia tertidur dipangkuan
Gempa.. Sedangkan Gempa ia terus mengelus lembut puncak kepala Ice

Jejak air mata masih membekas dipipi nya.. Ia kemudian melihat kearah kedua adik bungsu nya

Thorn yang tertidur di bahu solar sedangkan solar tidur diatas kepala Thorn.. Sedangkan Adik tengahnya Blaze.. Ia baru diberi obat tidur oleh Dokter..

Gempa yang melihat kondisi semua adiknya itu merasakan rasa sesak didadanya.. Ditambah dengan hilang nya kendali emosi Ice yang sangat Jarang terjadi membuatnya merasa gagal menjadi seorang Abang

Suasana saat itu sangat damai 
Diiringi dengan suara Gumuruh Hujan membuat siapa saja terhanyut di dalam kedamaian itu termasuk Gempa.. Ia terus menatap rintikan hujan itu melalui jendela kamar rawat blaze sambil terus mengelus lembut rambut Ice

Ditatapnya terus Rintik kan hujan itu sampai suara pintu rawat Blaze terbuka dan menampilkan kedua orang abang tertuanya

"Assalamu'alaikum" kata Taupan yang langsung masuk diikuti oleh halilintar dapat dilihat keadaan mereka dengan baju yang basah kuyup

"Waalaikumsalam... Astaghfirullah.. Abang taupan dan Abang hali kenapa basah kuyup seperti ini!? " kata gempa dengan suara yang agak ditinggikan

"Usss.. Tenang Gem.. Kami tidak papa.. Kecilkan suara mu Gem.. Takut adik adik kita terbangun" kata Halilintar yang coba menenangkan Gempa

" hah.. Baiklah.. Abang hali dan abang upan lebih baik mengganti baju.. Gem sudah menyiapkan baju kalian pagi tadi.. " kata Gempa yang langsung menyuruh kedua Abang tertuanya mengganti baju sedangkan Halilintar dan Taupan hanya menganggukkan kepalanya

Sekitar 10 menit akhirnya Taupan dan Halilintar sudah selesai melakukan Ritual mandi nya dan langsung menuju Gempa yang senantiasa mengelus Surai rambut ice

"Bagaimana keadaan nya Gem" kata Taupan kepada Gempa

"Hahh.. Saat abang hali dan Abang taupan pergi tadi.. Ice hampir menghancurkan Semua barang barang disini.. Tapi Alhamdulillah Ice bisa dihentikan " kata Gempa dengan nada sedih sedangkan Taupan dan Halilintar hanya Menundukkan kepalanya

"Abang.. Kenapa ini harus terjadi kepada adik kita ... " kata Gempa Dengan air mata yang sudah seperti ingin Jatuh

"Huss.. Gem Tenang ya.. " kata Taupan yang mencoba Menenangkan Gempa dengan cara memeluk dari sisi kiri Gempa

"Hiks.. Hiks.. Kenapa harus seperti ini... " kata Gempa yang langsung membalas pelukan Taupan

"Huss.. Sudah sudah.. Sekarang kita lupakan masalah itu.. Sekarang kita harus berada disisi adik adik kita.. Terutama Blaze.. Kita harus mengembalikan Emosi dan Ingatan nya" kata Taupan dengan senyuman Hangat dan langsung membuat Gempa tersenyum

"Betul katamu abang Taupan.. " kata Gempa yang langsung mengelus surai Ice

"Betul tuh.. Aku akan mencari orang yang membuat seperti ini.. Dan aku akan membuat ia menyesal.. " kata halilintar dengan menampilkan senyuman mengerikan nya

"Bukan kau saja Abang Hali.. " Tiba tiba terdengar suatu suara yang membuat Gempa, Taupan, dan Halilintar langsung melihat kearah Sumber Suara itu..

Terlihat Solar yang sudah terbangun dan langsung memberikan senyumannya kearah Ketiga Abang tertuanya

"Solar..? Sejak kapan kau.. " pertanyaan Gempa terpotong saat Solar tiba tiba membuka Mulut nya

"Sejak Abang hali dan Abang taupan datang Solar sudah bangun... " kata solar yang langsung mengelus Surai thorn yang ada di atas Pundaknya.. Sedangkan Gempa , taupan, dan halilintar hanya ber'oh saja

Lost Emotions AUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang