~Chapter 7~

1.1K 74 0
                                        

//Sebelum itu//

Kau memang abang tertua.. Yang baik abang hali.. Kau adalah segala galanya bagi kami bang..

____________________________________________________________________________

Keesokan harinya.. Terlihat Halilintar , Ice, dan Taupan datang berkunjung ke rumah Sakit..

Sebenarnya Ice sempat menolak karna ia tidak kuat melihat kondisi Blaze seperti itu.. Tapi karna Paksaan dari kedua Abang tertuanya.. Akhirnya Ice mau Ikut bersama.. Meskipun sepanjang perjalanan ia hanya menunjukkan wajah lesu

Setelah beberapa menit berjalan Akhirnya mereka sampai diruang rawat Blaze.. Ice menatap pintu itu dengan tatapan sayu

//ice pov//

Aku sekarang berada didepan kamar Rawat abang blaze , dadaku terasa sesak ketika melihat kamar rawat tetap dimana abang aku Blaze berada..

Aku harap aku.. Kuat melihat kondisi Abang blaze.....

//End ice pov//

Halilintar yang melihat Ice yang hanya mendiam diri pun langsung menegur nya

"Ice.. Apa yang kau pikiran kan.. Ayo kita segera masuk.. " kata Halilintar yang langsung menyentuh bahu Ice dan sontak membuyarkan lamunan ice

"T.. Tidak apa apa kok.. Abang hali" kata Ice sambil menundukkan kepalanya.. Halilintar yang melihat itupun hanya mendiamkan dirinya..

Ia tahu kalo Ice hanya sedang menyiapkan Mental nya untuk melihat Kondisi Blaze, sebenarnya tujuan  Halilintar untuk mengaja Ice untuk mengunjungi blaze agar ia dapat melihat kondisi Blaze dan bukan itu saja... Ia bertujuan untuk memperlihatkan Jika Blaze memang memiliki kemungkinan untuk pulih seperti sedia kala

"Abang Hali, ice, ayo kita masuk.. Gempa sudah menunggu kita didalam sana" kata Taupan untuk mendapatkan  perhatian Abang dan adiknya.. Sedangkan Halilintar dan ice hanya menganggukkan kepala mereka

Melihat itu tanpa aba aba.. Taupan pun membuka pintu itu, dan terlihat gempa yang sedang menyuapi Blaze makanan

"Assalamu'alaikum.. Gempa ... " Salam taupan kepada Gempa.. Merasa ada suara yang sangat familiar yang terdengar ditelinganya.. Gempa pun langsung melihat kearah asal suara itu.. Dapat dilihat Taupan yang sedang memasuki ruangan diikuti oleh Halilintar dan Ice

"Waalaikumsalam.. Abang Taupan" kata Gempa sambil menunjukkan senyuman manisnya dan tentu saja dibalas oleh senyuman Gembira dari taupan

"Bagaimana kondisi nya sekarang.. " tanya Taupan ketika sampai didekat Blaze yang hanya menatap kosong dirinya

"Hahhh.. Seperti biasa abang Taupan, blaze masih belum menunjukkan tanda tanda akan kembali nya ingatan dan Emosinya.. Tapi untuk luka fisik nya sudah membaik dan kata Dokter mungkin beberapa hari lagi Blaze akan segera pulang kerumah.. " kata Gempa sambil memandang kearah blaze dengan tatap sayu

Halilintar, taupan , dan Ice yang mendengar itu hanya mendiam dirinya , sampai halilintar membuka suara nya

"Tidak apa apa.. Yang penting Blaze bisa pulang kerumah , dan Kita bisa membantu blaze agar Emosi dan ingatan nya kembali" kata Halilintar sambil mengelus surai Milik Gempa

Sedangkan si pemilik Surai Hanya tersenyum kala mendengar Perkataan Halilintar.. Kemudian pandangan nya tiba tiba tertuju kepada Ice yang hanya mendiam dirinya dipojok Ruangan itu

Tanpa aba aba gempa pun meletakkan piring berisi makanan blaze dan lantas memeluk Ice,, ice yang merasa dipeluk oleh abang ketiga nya itu langsung membalas pelukan itu

Lost Emotions AUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang