~Chapter 25~

800 50 2
                                        

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

.
.
.
.

Warning: - kosakata tidak baku dan
Kata kata kasar
- adegan berdarah

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

D

di suatu hutan yang lebat yang hanya dikelilingi oleh perpohonan yang rindang serta daun daun yang lebat menambah suasana Damai dan tenteram disana

Apalagi sang Varsha sedang menurunkan berkat nya.. Yang membuat semua makhluk hidup senang dan bahagia atas berkat yang sedang di turunkan itu

Yah itu sangat Damai..

Tapi.. Di suatu sudut terdalam hutan terdapat pertarungan yang membuat suasana Damai itu berputar 180 derajat menjadi suasana yang mencekam

Banyak mayat mayat yang terletak disana, banyak darah darah yang bercucur sia sia di tanah sehingga membuat bau amis yang sangat menyengat di sekitar sana

SRANK?!..

SRANK?!...

di tengah hamparan mayat mayat itu.. Terlihat 2 orang yang sedang bertarung dengan sangat sengit

SRANK?!..

SRANK?!...

bunyi pedang mereka yang saling bertemu sehingga membuat suara yang sangat kuat bak petir yang menggelegar dilangit bumi ini

"Ah.. Ah.. Heh!! Untuk anak seusia kau, kau cukup hebat ya" ucap seseorang yang berjubah hitam sambil mengayunkan pedang nya kearah leher lawannya tersebut

SRANK?!..

"heh?! Kau banyak bicara juga ya~ kau tak lebih rendah dari hewan dimata ku~paham?!~"jawab lawannya tersebut sambil menakis pedang seseorang tersebut yang mengarah kearah leher ya

SRANK?!..

"Heh?! Oiya~?!" Ucap lawannya tersebut sambil mengayunkan kembali pedang miliknya kearah wajah lawannya tersebut dan tentu saja lantas di tangkis oleh lawannya tersebut yang tampak lagi muda dari dirinya

"Kau tau~ kau itu anak yang sangat payah yang terlahir dari si pengkhianat itu ~ TAU TIDAK?!" lanjut seseorang tersebut sambil menekan pedang miliknya kearah pedang lawannya tersebut

Mendengar perkataan tersebut lawannya atau pemuda tersebut hanya terdiam sambil memberikan tatapan tajam dan dingin kearah lawannya saat ini

Tangan pemuda itupun menggenggam erat gagang pedang milik nya sambil terus melontarkan tatapan tajam dan dingin kearah lawanya tersebut

Melihat ekspresi dari pemuda tersebut, seseorang tersebut hanya tersenyum sinis sambil terus menekan pedang milik nya kearah pedang pemuda tersebut

"Yah~ kau itu tak lebih dari seorang binatang~ kau terlahir dari rahim perempuan tidak tau diri itu~ menjijikkan?!" Ucap lawannya tersebut sambil menendang kaki pemuda tersebut hingga terjatuh dan disaat yang bersamaan seseorang itu meletakkan pedang milik nya dileher pemuda tersebut

Melihat pedang milik nya yang terlempar jauh darinya membuat pemuda tersebut hanya terdiam ditempat nya sambil memandang tajam lawannya tersebut

"Heh?! Sudah berakhir~ aku pikir kau itu sangat hebat dikarenakan kau sudah banyak mengalahkan lawan mu diusia mu yang masih sangat muda tapi Pft?! HAHAHAHAHA?! Sekarang kau lebih rendah dari seorang budak~" ucap seseorang tersebut sambil mendekatkan pedang milik nya kearah leher pemuda tersebut sehingga leher pemuda tersebut tergores dan mengeluarkan darah yang sangat segar

Lost Emotions AUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang