.
.
.
.
.
.
.BRUKK
"Kyahh apa yang kau lakukan!!" Teriak Ten saat Johnny menghempaskan dirinya di atas ranjang dan menindihnya
"Ten aku sudah tidak tahan"
"Tidak tahan apa bodoh, menyingkir john, aku ingin pakai baju!" Ucapnya mendorong tubuh Johnny yang berada di atasnya
Johnny memegang tangan Ten dan mengarahkan ke arah selangkangannya
"Kau bisa merasakannya" ucap Johnny dengan suara beratnya
Mata Ten melotot "kau mesum!!"
Johnny tak menggubris teriakan Ten dia malah menenggelamkan wajah nya di celuk leher kekasihnya itu
"Aku mencintaimu"
Kalimat itu keluar dari mulut Johnny yang membuat Ten terdiam
Johnny mengangkat wajahnya menatap wajah mungil kekasihnya
"Aku mencintaimu Ten"
Ten memandang dalam mata sang kekasih mencoba mencari kebohongan di dalam mata itu, namun nihil pancaran mata ini tidak pernah dia lihat sebelumnya
"J-john.."
Johnny mengabaikan ucapan itu , dia mendaratkan bibirnya untuk bertemu dengan bibir tipis milik Ten memberi beberapa kali kecupan disana
"J-johnn.."
Ten memandang Johnny dengan satu, kemudian memejamkan matanya dan menarik Johnny cepat mencium bibirnya, jujur Johnny sangat terkejut dengan apa yang Ten lakukan
Ten melumat bibir tebal itu dengan amatir, Johnny tersenyum dalam ciuman mereka dan ikut membantu Ten
Tangan kekarnya menjalar ke arah tubuh Ten, membuka lilitan handuk yang masih menempel pada tubuh Ten
Ten kehabisan nafasnya, Johnny melepas lumatan itu, nafas Ten terengah akibat ciuman itu
Mata Johnny menelisik setiap tubuh ten, tubuh yang indah persis seperti tubuh wanita
Pandangan nya terhenti pada saat melihat bekas luka di sekitaran perut kekasihnya, tangannya mengelus luka itu
"Shh..."
"Apa ini sakit? Ini kenapa?" Tanya nya memandang sang kekasih
"Aku melukai diriku sendiri, ketika sedang kecewa" jawabnya cepat
Johnny terdiam sebentar "jangan melakukan ini lagi!" Perintahnya
Ten menagangguk pelan, tangan Johnny merambat keatas mengelus puting susu sang kekasih
"Aku ingin mencobanya"
Kemudian mengulum puting pink itu
"Enghh.. j-johnn.."Tangannya tak tinggal diam, tangan Johnny merambat ke arah selangkangan Ten yang sudah menegang akibat rangsangan yang di berikan Johnny
Ibu jarinya mengelus lubang kencing sang kekasih
"Aku sudah tidak tahan" ucapnya bangkit dan melepas kemeja yang dia gunakan
Gerakannya terhenti saat tangan Ten menahan tangannya
"Biar aku yang membukanya"
Johnny tersenyum miring melihat kekasihnya yang bisa di bilang, err binal
Johnny merebahkan dirinya di ranjang, membiarkan Ten yang bekerja di atasnya
Tangan mungil Ten merambat membuka satu persatu kancing kemeja Johnny, terlihat abs Johnny Ten menunduk dan menciumi abs itu membuat Johnny menggeram karna aksinya
Dia terus turun sampai wajahnya berada tepat di depan selangkangan Johnny
"Ini... Pasti besar" ucapnya pelan sembari mengelus gundukan itu
"Buka sayang"
Ten membuka kancing dan resleting celana johnny dan menurunkan celana itu bersama celana dalam nya
Mata Ten melotot lucu melihat benda yang mengacung tegak itu
"Ini sangat besar" ucapnya kemudian melihat johnny yang terkekeh
"Puaskan dia dengan mulutmu"
Mendengar perintah itu Ten lantas mengangguk dan memasukkan paksa penis Johnny ke dalam mulutnya
"Tidak muat" ucapnya, hanya ujung nya saja yang masuk ke dalam mulut Ten
Johnny terkekeh dan segera membalikkan badan mereka
"Biarkan aku yang bekerja" ucapnya kemudian memposisikan penisnya yang sudah terlumuri dengan liur ten tepat di depan hole kekasihnya
Ten memandang takut, ini yang pertama baginya, sejujurnya dia pernah melihat Vidio porno mereka semua bilang itu enak, jadi Ten penasaran
"AKHH J-JOHN.."
"tahan sayanghhh sedikit l-lagi.."
JLEBB
Ten menangis mencakar kuat bahu Johnny, Johnny melirik ke bawah terlihat darah mengalir keluar, ini yang pertama untuk lelaki mungil itu
Johnny melihat Ten yang menangis menutup mata, Johnny mendekat dan mencium seluruh wajah Ten sambil menenangkannya
"J-johnn.. bergeraklah"
Johnny langsung menggerakkan pinggulnya dengan perlahan namun lama kelamaan tumbukan itu semakin kuat membuat Ten mendesah kuat
Satu pelepasan sudah Ten dapatkan namun Johnny belum juga keluar, kegiatan bercinta mereka berlanjut sampai pukul 3 subuh, dengan Ten yang sudah tidak sadarkan diri
Cupp
"Terimakasih Ten" ucapnya kemudian berbaring di samping Ten dan memeluknya, tanpa melepas penyatuan mereka
Tak ada pergerakan dari si mungil, entahlah dia tak tau Ten sudah tidur atau pingsan saat sesi bercinta mereka tadi
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
tenang (Johnten)
Fanfictionpemuda itu harusnya bersenang senang di usianya yang sekarang, namun takdir berkata lain dia memendam semuanya sendiri disaat dia ingin bercerita dia Ten lee