Hallo , Assalamualaikum!
Hufftt, lama banget author menghilang dari dunia orange ini. Ya gimana ya, ibu anak satu, lagi riweh-riwehnya hehe
Ngga terasa, udah 5 bulan lebih ngga nulis. Dan kangennnn banget nulis lagi, tapi diem diem di saat si bayik lagi anteng aja hehe
Masih setia sama cerita ini kah?
Kalau iya, yukk kembali ke dunianya Arfi dan Olivia !
*
Pagi-pagi sekali, Arfi sudah menyambangi rumah tunangannya. Siapa lagi kalau bukan Olivia?
Membawa kantong plastik besar berisi jeruk bali pesanan Olivia beberapa hari lalu. Ia benar benar mencarikan gadis itu jeruk bali yang memetik langsung dari pohonnya, pohonnya neneknya Kevin.
Arfi tak mau menanggung dosa ini sendirian, bagaimanapun juga, penyebab semua masalah ini adalah Kevin. Jadi mau tak mau, Kevin juga harus menderita dengan cara ikut mencari jeruk bali itu dan memetiknya langsung dari pohon. Dan satu lagi, jika sewaktu waktu di butuhkan, Kevin harus siap siaga.
"Jeruknya mau lo makan langsung?". Tanya Arfi menatap Oliv yang sedang sumringah membuka kantong plastik itu. Jawaban cewek itu menggeleng.
"Terus? Di bikin es?".
"Nggak juga".
"Apa dong?".
"Rujak lah, belum pernah kan lo makan rujak jeruk bali?". Tanyanya semangat.
Arfi menggeleng polos, merasa ada hawa hawa negatif dalam diri cewek itu.
"Lo harus cobain! Pokoknya harus makan sama gue!". Ucapnya cepat dan semangat.
Nah kan, hawa negatifnya langsung keluar. Firasat Arfi benar!
"Gue nggak suka rujak Liv, apalagi pedes pedes gitu". Jawabnya mengeluh, wajah Arfi seketika masam, membayangkan akan bagaimana sakit perutnya setelah memakan rujak.
"Lo dulu maksa gue, sekarang gue yang maksa lo, dan lo nggak boleh nolak". Sanggah Olivia.
Gadis itu menatap wajah Arfi yang sudah menciut. Apa cowok itu nggak suka pedas? Tapi gelagatnya macho, masak nggak suka pedas? Cemen amat-batinnya.
Arfi menunggu rujak buatan Olivia jadi, ia sudah harap harap cemas, ada trauma tersendiri terhadap rujak. Ya, ia memiliki kenangan buruk bersama makanan itu. Tapi, demi Oliv, ia akan melawan semua rasa takut itu. Ia tak ingin mengecewakan bocah itu.
Setelah jadi, satu cobek sambal rujak jeruk bali sudah tersaji di depan Arfi. Cowok itu menatapnya nanar, sedangkan Olivia begitu gembira tak sabar mencoba rujak itu bersama Arfi.
Keduanya makan bersama, namun setelah suapan ketiga, Arfi tak kuat. Ia langsung memuntahkan segala yang masuk di dalam perutnya. Keringatnya mengucur deras akibat rasa pedas yang melebihi kapasitas dirinya. Olivia membuat rujaknya terlalu pedas.
"Lo nggak apa apa?!" . Tanya Oliv khawatir.
"Nggak kuat gue, ayo kita ke rumah sakit!". Ajak Arfi buru-buru.
KAMU SEDANG MEMBACA
OLIVIA
Teen Fiction"Lo cuma punya satu pilihan. Lo lepas dengan selamat dan nggak akan bilang kejadian ini ke siapapun termasuk polisi,atau lo berakhir di sini sebagai mayat?". #1 16tahun #1 pelecehanseksual Agustus 2022
