BAB 25. DEEP TALK

217 6 0
                                        

I don't mean to be so uptight
(aku tidak bermaksud terlalu kaku)

But my heart's been hurt a couple times
(Tapi hatiku telah terluka beberapa kali)

By a couple guys that didn't treat me right
(Oleh beberapa pria itu tidak memperlakukanku dengan benar)


I ain't gon' lie, ain't gon' lie
(Aku tidak akan berbohong, tidak akan berbohong)

'Cause I'm tired of the fake love
(Karena aku lelah dengan cinta yang palsu)

Show me, what you're made of
(Tunjukkan padakau apa yang akan kamu lakukan)

Boy, make me believe
(Sayang, buat aku percaya)

Meant to be - Bebe Rexha


*

Lagu yang lagi fyp di tiktok and relate dengan perasaan Oliv. Sambil dengerin yaaaa


*

     Paginya, Arfi mengantar Olivia kontrol ke rumah sakit. Ia sendiri tak paham, untuk apa Oliv ke rumah sakit, sedangkan kondisi tubuhnya baik-baik saja.

    Namun setelah melewati lorong panjang dan berhenti di depan ruangan Psikolog, Arfi baru tahu, jika yang tidak baik-baik saja adalah batin Olivia.

    Apakah gadis itu semakin bertambah parah dengan kondisi psikisnya?

    Masih bertanya-tanya soal kondisi Olivia, Kak Fifi sebagai spesialis keluar dari ruangan dan menyambut Oliv. Keduanya cipika-cipiki layaknya Kakak beradik pada umumnya.

    "Kenapa bengong? Ayo masuk". Ujar Kakaknya melambaikan tangan.

    Arfi mengekor di belakang, ia ikut masuk ke ruangan Kakaknya, yang jujur saja ia baru tahu jika Kakaknya pindah tugas di rumah sakit lain.

     "Kenapa Liv? Obat kamu habis?". Tanya Fifi sembari mengecek berkas-berkas pemeriksaan milik Oliv.

     "Ha? Obat apa?". Tanya Arfi bingung.

   Olivia menoleh, ia mengulas senyum melihat Arfi terlihat kebingungan.

     "Kak, Oliv masih depresi? Dari kejadian enam tahun lalu itu?" Tanyanya bingung.

     "Mau kamu yang cerita apa Kakak yang cerita nih Liv? Arfi penasaran tuh".

     "Kak Fifi aja, aku takut nangis".

    "Okey".

    Fifi pun duduk di kursi kerjanya, menghadap Arfi dan Olivia yang duduk di sebrang meja, layaknya pasien dan tenaga medis.

      " Jadi Fi, Olivia ini mengidap Bipolar".

Degghh...

      "Bipolar? Kok bisa?!". Ujar Arfi tak percaya, wajahnya begitu panik dan khawatir. Melihat itu, Olivia langsung menunduk, jari jemarinya mengelopek ujung-ujung kuku secara spontan, pertanda suasana hatinya sedang tidak baik.

OLIVIA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang