BAB 22. MENEMUKAN

118 7 0
                                        

*

....


"Fi, nanti kalau anak ini lahir, lo mau kasih nama dia siapa? ".

"Kalau perempuan sih harus ada Putri Harisnya ya, kalau laki-laki em-, apa ya? gue pengennya tetep perempuan, jadi nggak kepikiran nama buat anak laki-laki".

"Kok gitu? Kalau hasil usg nanti laki-laki gimana?".

" Ya nggak apa-apa, tapi gue yakin kalau nanti hasilnya perempuan".

"Kenapa seyakin itu?".

"Yakin aja, kalau Tuhan bakal ngasih gue kesempatan buat jagain anak itu biar nggak bernasib sama kaya mamanya sekarang. Dan gue janji, gue bakal jaga dia seketat mungkin sampai nanti dia menemukan jodohnya".

" Terus namanya siapa?"

"Ayara Amitya Putri Haris".

" Oke, deal namanya itu".

"Lo nggak protes? Nggak ada usul? ".

" Nggak ada, itu udah bagus".

*

"Berarti bener Ara itu anakku Kak?" Tanya Arfi memastikan lagi.

Fifi menangguk. "Mereka sepakat mengangkat Anak kamu sama Oliv, Olivia juga setuju. Mungkin memang itu keputusan mereka, Kakak nggak bisa berbuat apa apa".

"Terus makamnya Oliv dimana?".

" Maaf, selama ini Kakak bohong. Mereka juga minta buat ngasih kabar kematian itu ke kamu, biar kamu nggak berharap lagi sama Oliv setelah bebas nanti. Olivia udah sidang sendiri buat gugat cerai sama kamu Fi".

Dadanya tiba tiba sesak, seperti ada yang menusuk-nusuk di kerongkongannya.

"Astaga Tuhann". Ujarnya tak bertenaga. Ia mengusap wajahnya gusar.

" Kakak tahu kalau jadi kamu tuh sakit banget Fi. Tapi ini konsekuensi atas semua perbuatanmu. Kakak harap, kamu buka lembaran baru, kamu lanjutkan mimpi-mimpimu yang belum tergapai, lupakan mereka". Ujar Fifi sembari mengusap bahu adiknya.

"Mana bisa Kak? Separuh hidupku udah ada di Oliv tanpa Olivia tahu, aku belum sempet ngomong itu sama dia".

"Pasti bisa, Oliv bahagia tanpa kamu, jadi kamu juga harus bahagia tanpa dia".

"Dia bahagia? Sekarang dia dimana?".

Fifi menggeleng pelan, ia sebenarnya tahu bagaimana kabar gadis itu, namun ia memilih tidak memberi tahu Arfi. Jika memang keduanya masih berjodoh, Arfi akan menemukan Olivia dengan tangannya sendiri.

*

     Masih tak menyangka, jika gadis sepolos dan selugu itu memiliki rencana besar untuk menghancurkannya.

     Arfi rasanya mau gila menerima kenyataan bahwa kini hidupnya benar benar hancur. Mungkin ia masih bisa ikhlas jika benar Oliv meninggal dunia. Namun pada kenyataanya? Ia masih hidup dan menceraikannya secada diam-diam?

    Ya memang setelah melahirkan nanti, di surat perjanjian mereka harus bercerai, namun apakah sudah tidak bisa di perbaiki segala kesalahannya?

OLIVIA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang