BAB 19. IBLIS ITU DATANG LAGI

221 8 0
                                        

      22.55 WIB

Tok tok tok..

   "Iya sebentar". Jawab Arkhan sembari menyadarkan diri dari tidur lelapnya. Lelaki itu berjalan gontai menuju ruang tamu. Malam-malam begini tumben sekali ada yang bertamu. Apakah Olivia?

    Setelah membuka pintu utama, tidak di dapati siapa siapa di sana. Kompleks juga terlihat gelap, semua warganya pasti juga sudah terlelap jam segini.

   Lalu siapa yang iseng mengetuk pintu rumahnya?

   Setelah berbalik badan berniat kembali ke dalam rumah, matanya tak sengaja menatap ke bawah lantai dan mendapati amplop berwarna coklat. Dahi Arkhan mengkerut. Ia pun memungut amplop tersebut lalu di bawanya masuk ke dalam.

    Sembari berjalan menuju ke dalam kamar, lelaki itu membuka amplopnya. Terdapat satu flashdisk bertuliskan 23.00

   Ia membulatkan kedua matanya, lalu melirik jam di dalam kamar. Jantungnya tiba tiba berdebar lebih cepat saat mendapati jam di flashdisk itu dengan waktu di jam dinding dengan waktu yang hampir sama  .

    Dengan cepat Arkhan meraih laptop di atas nakas, sesekali menoleh ke arah Almira yang masih tertidur pulas, ia segera menancapkan flashdisk tersebut ke dalam laptopnya.

    Di dalam falshdisk tersebut terdapat satu folder bertuliskan 'Bukti Tragedi'

   Jantung Arkhan semakin terpompa dengan cepat, fikirannya sudah tak enak. Tragedi apalagi ini?

   Tak lupa Arkhan meraih headset , berjaga jaga jika di dalam file tersebut adalah sebuah video.

Klik!

   "Ampunnn! Ampuunn sakit!"

   "Ahhh enak banget, oh shit men! "

   "Hahahaha"

   Degh!

  Mata Arkhan terbelalak, jari jemarinya mengepal kuat. Sepersekian detik, bulir air mata itu luruh dari dirinya. Lelaki macho serta pemberani itu akhirnya remuk juga.

    Video detik detik Olivia di perkosa dengan brutal itu membuat tubuhnya gemetar seketika. Terdapat lima cowok di dalam video tersebut dan satu perempuan yaitu Olivia.

   Dan yang lebih mengagetkannya lagi, pelaku yang selama ini ia cari adalah Arfi.

   Ia segera menyalin file tersebut kedalam laptopnya, sembari di basahi air mata, ia sesekali menoleh menatap wajah istrinya yang masih tertidur pulas.

   "Ya Allah, selama ini Oliv menikah dengan pelaku pemerkosaanya? Kok bisa?!" - Batin Arkhan masih tak habis fikir.

   Setelah menyalin file tersebut, Arkhan keluar kamar, ia menangis sesegukan di ruang tamu menyesali segala keputusan dan keadaan yang sudah terjadi.

    Bagaimana bisa Arfi menjelma menjadi sosok malaikat padahal ia adalah iblis yang sebenarnya?

   Apakah Olivia di bawah tekanan Arfi selama ini? Karena Arfi tidak ingin aksi bejatnya terendus polisi? Jadi ia berinisiatif menikahi adiknya?

   Ia bingung sekarang harus berbuat apa. Ke aprtement sekarang juga untuk menghajar Arfi langsung, apa membawa kasus ini ke kantor polisi. Di sisi lain, mereka menikah secara sah.

    Arkhan kembali ke kamar, membuka seluruh sisi amplop coklat itu untuk mencari informasi lebih lanjut soal video yang baru saja ia tonton. Tapi nihil, amplop itu benar benar bersih, hanya flashdisk yang bertuliskan jam dan jam itu adalah jam dimana Olivia di temukan oleh warga setelah kejadian pemerkosaan.

OLIVIA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang