Selamat malam!
Lama bgt author ga update. Selain sibuk bgt, aku juga bingung mau lanjut ceritanya kemana hehe..
Btw, ini cerita jangan di anggap serius yaa, karena jujur aku bukan anak hukum, dan ga paham soal hukum pidana, di bawa enjoy ajaaa yaaa
Kira-kira ini cerita mau di bikin happy ending apa sad ending nih??
Komen yaaa!
Happy reading!
*
Setelah penangkapan itu, Arfi harus menjalani proses olah tkp dan reka ulang adegan. Meski ada kemungkinan untuk pencabutan perkara karena adanya status pernikahan, namun Arkhan dan Almira kekeuh meneruskan kasus ini dan menjebloskan Arfi ke penjara.
Awalnya Olivia menginginkan untuk di tutup saja sebelum media tahu agar beritanya tidak naik lagi, tapi untuk memberikan efek jera pada Arfi, Olivia pun setuju untuk melanjutkan prosesnya.
Arfi pun menerima dengan lapang dada. Ini memang kesalahan yang hanya bisa di tebus dengan dirinya masuk ke dalam penjara. Entah berapa tahun lamanya hukuman itu, Arfi akan tetap mencari siapa yang sudah mengeluarkan bukti rekaman cctv itu pada Kak Arkhan.
Karena, cctv tersebut berada di dalam markas, yang secara jelas hanya anggota geng nya yang bisa mengakses cctv tersebut.
Namun untuk waktu masa hukuman, dirinya tidak bisa berbuat apa apa, ini semata mata demi menebus dosanya pada Olivia, ia tidak akan membantah atau membela diri.
Setelah menjalani proses panjang, Arfi hanya di kenakan tuntutan 8 tahun penjara dengan potongan 2 tahun karena sudah berusaha meminta maaf serta bertanggung jawab atas perbuatannya secara pribadi kepada korban, serta denda 200 juta rupiah.
Satu bulan di penjara, Arfi mendapat kabar dari Kakanya Fifi, bahwa Olivia mengalami pendarahan hebat karena terjatuh dari kamar mandi, ia harus melahirkan dini di usia kandungan 8 bulan.
Tidak hanya itu, masalah lain timbul ketika berat badan janin tidak memenuhi standar untuk di lahirkan, kondisi ibu yang kritis membuat keduanya harus masuk ke ruang ICU.
Setelah satu minggu koma, Olivia di kabarkan meninggal dunia, dan bayi yang di lahirkannya selamat dari masa kritis.
Di situ Arfi merasa sangat hancur, dunianya runtuh. Ia seperti sudah tidak ingin ada di dunia ini lagi. Semua yang dirinya lakukan hanya untuk mendapatkan maaf dari Olivia, namun jika Olivia tidak ada lagi, untuk apa ia meneruskan hidup?
Cintanya sudah berhenti pada gadis belia itu yang baru saja ber ulang tahun. Tepat di hari kepergiaanya, Olivia berulang tahun ke tujuh belas.
Jika semuanya tidak terjadi, pasti Olivia akan merayakan sweet seventennya dengan suka cita. Namun gara-gara dirinya yang brengsek ini, membuat gadis itu harus kehilangan nyawa.
Sedangkan bayi yang di lahirkannya, Arfi tak tahu kabarnya lagi. Ia hanya tau sebatas bayi itu selamat dari masa kritis. Kata Kakaknya, Almira dan Arkhan memutuskan untuk pindah rumah meninggalkan kota Jakarta.
KAMU SEDANG MEMBACA
OLIVIA
Teen Fiction"Lo cuma punya satu pilihan. Lo lepas dengan selamat dan nggak akan bilang kejadian ini ke siapapun termasuk polisi,atau lo berakhir di sini sebagai mayat?". #1 16tahun #1 pelecehanseksual Agustus 2022
