Please turn on the song Keisya Levronka - Tak Ingin Usai and using your headset :)
*
"Fi, jujur gue takut melahirkan, gue takut nggak selamat". Ujar Olivia dengan resah. Gadis itu tidur di pangkuan Arfi. Sembari menonton tv dan menikmati suasana hujan malam ini.
Cowok itu dengan spontan mengusap rambut Olivia.
" Kenapa takut? Metode melahirkan sekarang kan udah canggih, minim resiko kematian ibu dan bayi. Jadi aman aja".
"Ehh Fi, misal nih ya amit-amit kalau gue meninggal. Lo bakal gimana?".
" Husst ngomong apa sih? Jangan ngelantur".
"Kan misal".
" Gue nggak akan nikah lagi sih, kalau lo meninggal".
"Kenapa?".
" Nikah kan cuma sekali seumur hidup, jadi kalau lo meninggal, ya gue nggak akan menikah lagi".
Olivia mendongak menatap Arfi "Emm gue tahu nih, lo nggak akan nikah lagi, tapi lo bakal seks bebas, bakal nidurin cewe sana-sini terus hidup bareng apa tuh namanya-, em ya! Kumpul kebo, tanpa nikah kan? ".
"Astagaa, pikiran lo masih kecil tapi ngawur juga ya? Gue nggak sebejat itu kali".
Olivia tertawa kecil melihat raut wajah Arfi yang merasa terfitnah.
" Cukup sekali aja gue melakukan kesalahan fatal itu. Nggak buat selanjutnya". tambahnya lagi. Olivia hanya manggut-manggut.
"Oh ya, gue mau tanya Liv. Tapi lo jangan tersinggung ya?".
" Iya, tanya apa? ".
" Kalau misal anak ini lahir, kita bakal cerai beneran? Apa lo nggak ada timbul benih-benih cinta gitu ke gue? ".
" Nggak ada, gue cuma nyaman doang sih. Apa karena gue masih tersangkut sama first love gue ya? ".
" Siapa first love lo? ".
" Geha, temen sekelas gue. Ya walau berpisahnya nyakitin, tapi dia cowok perfect yang sesuai banget sama tipe gue".
"Terus lo bakal minta cerai beneran? ".
" Iya mungkin, gue belum siap jadi istri, jadi ibu. Enam belas tahun Fi, muda bangett!"
Arfi menghela nafas panjang.
"Kenapa? Lo nyaman sama gue? Lo pengen terus lanjutin pernikahan ini? ". Tanya Olivia.
" Iyalah, kurang jelas tadi? Kalau lo meninggal, gue nggak akan nikah lagi? Tandanya gue nyaman, gue sayang, gue mulai cinta sama lo bodohh".
Arfi menoyor kepala Olivia pelan lalu mengacak-acak rambutnya.
"Ihhh Arfi!! " Olivia lalu bangkit, ia duduk di samping Arfi.
"Jangan ah, sakit loh entar". Lanjutnya.
" Kenapa? Gue bisa kok merjuangin lo, masih ada waktu sampai anak itu lahir".
"Gue nggak mau lo cinta sendirian Fi".
*
Arfi masih setia menunggu di depan toko milik Olivia hingga larut malam. Meski ia tahu, bahwa gadis itu di toko sampai larut malam begini karena takut keluar dan bertemu dengannya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
OLIVIA
Novela Juvenil"Lo cuma punya satu pilihan. Lo lepas dengan selamat dan nggak akan bilang kejadian ini ke siapapun termasuk polisi,atau lo berakhir di sini sebagai mayat?". #1 16tahun #1 pelecehanseksual Agustus 2022
