BAB 26. SUDAH

159 7 0
                                        

Hallo, minal aidzin wal faidzin yaa, mohon maaf lahir batin. Maafin author kalau uploadnya lamaa, hehe

*

Cinta tidak pernah salah tempat
Tapi bukankah semua cinta harus di perjuangkan hingga dapat?

*

     Ada banyak hal yang bisa membuat kita sakit. Ada banyak kemungkinan yang membuat kita terluka, ada juga banyak kesempatan untuk membuat kita sembuh.

   Olivia menjalani hidupnya dengan tidak mudah.

   Kepergian Arfi beberapa tahun lalu, rupanya tidak membuat ia menjadi lebih baik. Bahkan ia tidak baik baik saja semenjak cowok itu mendekam di dalam penjara.

  Di pertemukan lagi dengan cinta pertamanya Geha, ia fikir semua yang di mulai dengan lembaran baru akan di tutup dengan akhir yang bahagia. Rupanya tidak juga.

   Cowok itu tumbuh menjadi lelaki yang ganas dan menakutkan. Kondisi di dalam rumahnya yang tidak sehat itu menciptakan karakter Geha menjadi orang baru.

   Awalnya Olivia percaya bahwa semua itu bisa di sembuhkan. Sikap temprament, egois, posesif yang ada di dalam diri Geha itu justru membawa Olivia pada penyakit mental bipolar.

   Sedangkan Geha yang mengalami penyakit mental NPD , membuat keduanya rasanya tidak akan bisa bersama.

    Olivia kembali memikirkan bagaimana hidupnya selanjutnya. Ia tidak mungkin bersama dengan seseorang yang terus menyakitinya dan membawa pengaruh buruk untuknya. Namun, kembali pada Arfi apakah menjadi pilihan terbaik? Atau justru ia harus hidup sendiri tanpa ada cinta di hidupnya?

   Tapi bukankah sedari kecil, Olivia haus akan cinta dan kasih sayang?

   Meski Kak Almi dan Kak Arkhan begitu menyayanginya. Tapi mereka kini membencinya, tidak ada lagi hangatnya keluarga di dalam hidup Olivia sekarang.

   Olivia menghela nafas berat memikirkan semuanya. Paginya tidak scerah metahari di luar ruangan sana. Hatinya benar benar bimbang sekarang. Perlakuan Geha kemarin malam benar benar membuatnya sudah jengah.

   Ia menatap cincin yang melingkar di jari manisnya, memutar mutarnya seperti menimang-nimang sesuatu yang harus di lepaskan atau tidak.

   Hari ini suasana toko tidak begitu ramai, karena tidak ada jam kursus, jadi Olivia bisa sedikit tenang dengan fikirannya yang terus mengganggu.

    Olivia juga masih seperti dulu, perempuan yang mudah mengambil keputusan dengan cepat tanpa memikirkan sebab akibatnya di kemudian hari.

"Kita selesaikan masalah masalah ini dulu, baru kita temui Ara lagi".

   Kalimat itu kembali terputar di kepalanya, seperti ada titik terang untuk kehidupan Olivia yang entah kapan akan membaik. Tapi yang pasti, Olivia ingin lepas dari semua penderitaan ini.

    "Morning sayang". Sapa seseorang di barengi dengan pelukan mesra dari belakang.

    Oliv terperanjat kaget, ia spontan berdiri dari duduknya. Membuat Geha yang awalnya tersenyum penuh semangat, kini berubah masam.

    " Kamu kenapa aku peluk gitu kaget? Biasanya juga langsung bales pelukan aku?!".  Tanya Geha mulai tak suka.

    "Aku kaget Ge, aku lagi ngelamun soalnya". Jawab Olivia gugup.

   Geha menghela nafas, ia mengabaikan apa yang barusan terjadi dan kembali meraih Olivia untuk berada di pelukannya.

    "Hari ini aku mau ngajak kamu fitting gaun".

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 02, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

OLIVIA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang