Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-Cassandra
.
.
.
Jay adalah lelaki yang paling peka yang pernah aku temui, bahkan terkadang ayah saja kalah, hahaha.
Ucapan Jane di masa lalu tiba-tiba teringat oleh Casey, sekarang ia bisa melihat dan merasakan sendiri faktanya.
Jaehyun yang tengah menempelkan plester luka kecil pada luka lecet di tumitnya itu.
Padahal luka sekecil itu, ia bahkan tidak sempat menyadarinya.
Bahkan kemarin, lelaki itu sendiri yang menawarkan bantuan untuk mengurus pertemuan dengan pimpinan perusahan lamanya, untuk mengajukan permintaan pengunduran diri.
"Aku beri saran, jangan pakai higheels atausemacamnya sebelum lukanya membaik. Walau terlihat kecil, luka semacam ini akan memburuk jika kau memaksakan berjalan dengan alas kaki yang tidak pas,"
Casey mengangguk mendengar penjelasan Jaehyun, senyumnya perlahan terbit, dan kemudian dengan cepat menghilang saat Jaehyun mulai menegakkan wajah, menatapnya.
"Jadi, ada yang ingin kau bicarakan?"
"H-huh?"
"Kalau tidak ada, aku akan pergi tidur," ucap Jaehyun cepat, bersiap bangkit.
"T-tunggu,"
Casey menatap Jaehyun ragu, "Sebenarnya... ada yang ingin aku tanyakan,"
"Apa?"
"Ni-Nicola Palmer, kau mengenalnya?"
Jaehyun tidak langsung menjawab, lelaki itu bangkit dari posisi awalnya yang berjongkok kemudian berpindah ke sofa, duduk di samping Casey.
"Nicola? Apa yang dia lakukan padamu?"
Casey mengerjapkan matanya, sedikit terkejut dengan reaksi Jaehyun.
Kenapa lelaki itu seolah tahu kalau Nicola melakukan 'sesuatu' padanya.
"T-Tidak ada, kami hanya bertemu saat di lift, dan dia menyapaku," jawab Casey.
"Hanya menyapa?"
Casey mengangguk kaku, ia merasa tidak enak hati jika mengatakan yang sebenarnya pada Jaehyun.