Tadi ada yang Dateng ke rumah sambil bawa anak kecil, ternyata Dinda yang Dateng. Kata Dinda, dia ngambek soalnya lapak ini sepi banget, elah nasib lu ah Din!
Vote dan komen yuk! Biar si Dinda dan author nggak ngambek wkwk
Happy reading ❤️
___
Dinda terduduk lemas di kursi tunggu depan ruang pemeriksaan. Setelah pulang dari puskesmas dan bertemu dengan seseorang, mereka pindah ke rumah sakit yang lebih besar guna mengantarkan orang tersebut periksa ke dokter.
Dadanya terasa sesak, setelah mengetahui fakta yang selama ini membuatnya lemah. Fakta bahwa Samudra masih mencintai sosok yang pernah bersamanya di masa lalu.
Dinda termenung menatap lurus kedepan. Sambil memangku Azizah yang sudah terlelap, Dinda memakan satu persatu keripik kentang yang tidak dihabiskan oleh Azizah tadi.
Samudra? Pria itu masuk kedalam bersama dengan Helna, sedangkan Wijaya duduk bersama Dinda di kursi tunggu.
Sebenarnya Dinda sangat kesal, atas kejadian yang menimpanya hari ini. Bagaimana bisa ia bertemu dengan wanita itu? Sialan! Dinda mulai geram karena sosok tersebut muncul lagi. Sosok yang telah membuat Samudra pernah hancur sehancur-hancurnya.
Krekkkk
Suara bungkus keripik yang diremas kasar oleh Dinda, perempuan tersebut lantas melemparkan bungkus kosong itu tepat kedalam tong sampah.
"Sabar, ya, Nak?" Dinda menoleh, mendengar penuturan dari Wijaya.
"Iya, Om."
"Om yakin kalau Samudra nggak akan lagi terpengaruh oleh keadaan," ujar Wijaya yang mungkin menenangkan Dinda? Entahlah, Dinda hanya bisa menahan rasa cemburunya.
Setelah beberapa saat menunggu, pintu ruangan akhirnya terbuka, dan muncullah seseorang dari dalam sana.
Sosok tersebut mendekati Dinda dengan mimik wajah yang sulit diartikan. Jangan bilang kalau?
"Biar saya yang gendong Azizah, kamu pasti capek. Ayo pulang," ucap sosok tersebut.
Samudra, pria dengan rambut berantakan tersebut berjalan mendahului Dinda. Ekspresi wajahnya menggambarkan dengan jelas bahwa ia tengah sedih, resah, dan memikirkan sesuatu.
Dinda menyusul langkah Samudra. "Gimana keadaan mbak Farah, Bang?" Tanyanya sembari memegang lengan kekar Samudra.
Pria tersebut menoleh sejenak, "Kita bahas di rumah."
Oke, kali ini Dinda akan mengalah dan mencoba untuk bersabar. Ia hanya bisa menahan rasa kesalnya, menahan semua perasaan aneh yang bergejolak dihatinya, dan berusaha tetap tenang karena tidak ingin membuat Samudra semakin kacau.
___
"Saya terima nikah dan kawinnya Adinda Cempaka Kalisya binti Gavin Suroso dengan maskawin tersebut tunai!"
"Bagaimana para saksi? Sah?"
"SAH!"
Air mata Dinda terjatuh, kala mendengar suara ijab qobul yang diucapkan oleh Samudra. Kini ia resmi menjadi seorang istri dari Samudra Adiwijaya, meskipun setelah hari ini mereka akan kembali tidur terpisah.
Ya, Samudra telah menjelaskan semuanya. Mengenai Farah, wanita itu terkena kanker rahim stadium akhir dan membutuhkan sosok pendukung agar dalam sisa hidupnya, wanita tersebut bisa tetap bersemangat.
Suami baru Farah telah meninggal akibat kecelakaan yang dialaminya, membuat Farah kini tinggal sebatang kara.
Namun yang membuat Dinda sedih dan kecewa adalah niat Samudra yang setuju untuk mendukung wanita itu, wanita yang telah membuat hidupnya hancur. Wanita yang dulu meninggalkan dirinya dan juga Azizah, namun Samudra masih saja mau berhubungan dengan sosok itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
KUTUB UTARA [On Going]
RomanceSuka sama tetangga sendiri? Kenapa tidak? Inilah Adinda Cempaka Kalisya. Gadis 21 tahun yang sejak lulus SMA tidak ingin kuliah, melainkan ingin menjadi pendamping bagi sosok Samudra Adiwijaya, duda anak satu yang ditinggalkan istrinya. Ada kalanya...
![KUTUB UTARA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/282412158-64-k608031.jpg)