[[d]]

17 7 4
                                        

Tandai kalo typo.

"Hallo semua nya kenalkan nama gue Aksa marendra"ucap anak laki laki yang kata nya anak baru di kelas Nisa.

"Lah anjir, ternyata Aksa toh anak baru nya?"tanya Nisa kepada gina teman sebangku nya.

"Lo kenal?"tanya gina.

"Baru kenalan gue kemaren sama dia"ucap Nisa.

"Oh iya, tadi andre nyariin lu"ucap gina.

"Kapan?"

"Waktu gue depan pagar bareng dinda"ucap gina.

"Anjir nih bocah udah gue jauhin masih aja ngedeketin"batin nisa.

"Yaudah thanks"ucap Nisa.

"Heh itu yang ngobrol di belakang"ucap guru menegur gina dan Nisa yg mengobrol.

"Ah iya kita pak?"tanya gina.

"Ngomongin apa kalian sampai gak nyimak yang anak baru sampai kan?"ucap  guru itu pada kedua nya.

"Ngomongin berapa hasil ngepet kita berdua pak"ucap gina.

Ucapan itu lantas mengundang gelak tawa satu kelas, merasa di permainkan, guru itu lantas menyuruh gina dan Nisa keluar dari kelas.

"Lah anjir gara gara Lo nih"ucap nisa.

"Kok gue? Gue cuman mau bantuin Lo labrak si kinan"ucap gina.

"Hah?! Lo tau masalah dinda?"tanya nisa

"Tau lah, orang tadi gue gak sengaja denger Dinda nangis di kamar mandi gara gara si kinan" jawab gina.

"Jadi Lo mau apa?"tanya Nisa.

"Lo bagian nonjok sama ngomelin dia, nah kalo gue nampar si kinan"ucap gina.

"Wanjay, hayu lah"

Bel istirahat pun berbunyi yang menandakan siswa dapat beristirahat.

"Nisa sama gina kemana ya"ucap Dinda kepada ema

"Kantin kali"jawab ema asal.

"Hei kalian, bisa gabung?" tanya anak baru itu kepada dinda dan ema.

"Tentu bisa"jawab ema Seada nya.

Ketiga nya pun berjalan menuju ke kantin, dan bravo mereka melihat Nisa dan gina sedang makan sembari melihat ke salah satu meja makan yang berada di kantin.

"Heh!  di cariin juga. Teryata Kalian di sini toh"ucap Dinda.

"Dinda, boleh sekarang aja?" Tanya Nisa.

"Apa nya yang sekarang?" Tanya ema bingung.

"Gue mau Lo pilih, sekarang atau besok?" Tanya Nisa kepada dinda

"Terserah Lo aja deh nis"ucap dinda pasrah. Karena ia tau Nisa itu pendendam kalo melibatkan perasaan orang orang yang ia sayang.

Setelah mendapat persetujuan dinda, Nisa pun menghampiri meja kinan. orang yang sedari tadi Nisa dan juju perhatikan.

Ia pun mengebrak meja makan yang Kinan tempati, dan ya semua orang yang di kantin langsung memperhatikan mereka.

"Heh Lo bangsat, Lo punya masalah apa sama dinda sampe bikin dia nangis?" Tanya Nisa.

"Apa apaan sih Lo, maksud Lo datang ke meja kita apaan?" Tanya teman kinan yang bernama Fandi.

"Lo diam bangsat, gue ngomong sama kinan bukan sama keripik singkong"ucap Nisa lalu memperhatikan tubuh orang yang di depannya itu.

"Dih gak papa keripik singkong, ketimbang Lo. Gajah gemuk"ucap Fandi.

"Gajah emang gemuk anj" ucap Nisa

"Balik ke topik, maksud Lo apaan tiba tiba nyuekin dinda? Lo sebenarnya suka gak sih sama dia?" Tanya Nisa kepada kinan.

"Gak tau" jawab kinan.

"Gak tau dari mana nya anj, Lo udah pdkt sama dia. Masa Masih gak ngerti?!" Ucap Nisa.

"Sabar nis sabar"ucap ema yang menenangkan Nisa.

Plak, suara tamparan yang begitu nyaring terdengar di telinga semua orang yang ada di kantin.

Ternyata suara itu berasal dari gina yg menampar pipi kinan.

"Ini adalah akibat karena Lo bikin sahabat gue nangis"ucap ginan.

"Dinda nangis? Gara-gara dia? Wah gak bisa di biarin nih" ucap ema.

"Ema, tenang biar gue yang bicara aja gue gak mau Lo terlibat kasus dan masuk bk"ucap Nisa.

"Ada apa nih?" Tanya ayu kakak dari Nisa yang baru memasuki kantin.

"Anjir ada kak ayu lagi, gue udah janji sama Buna gak mau berkelahi lagi"batin nisa.

Plak, Fandi sahabat kinan menampar balik si gina karena ia tidak menerima jika sahabat nya di tampar begitu.

"Woy Bangke, gak usah nampar cewe
Lo anjir!!" Teriak ayu kepada Fandi.

"Diakan banci kak, tangan ringan udah kek setan"ucap nisa.

Mendengar cacian dari Nisa Fandi pun hendak menampar nya, namun di tangkas oleh ayu.

"Jangan berani berani nya Lo sentuh adek gue"ucap ayu.

"Jangan main tangan kalo gak mau tangan Lo patah"ucap Aksa.

Bersambung.....

Next or stop?

Eh iya btw cocok gak sih cerita ini sama judul nya?
#authornanya#

Pilihan Takdir Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang