17. NGINEP

33 23 10
                                        

Enjoy reading ⑅

Malam ini Jingga memutuskan untuk menginap, sebab tiada sesiapa orang rumah yang bisa menjemputnya sore tadi. Akhirnya ia pun menginap di rumah Azalia.

Dan kini, di bawah sinar rembulan, dengan duduk beralaskan tikar, yang di letakan di atas rerumputan segar di depan rumah Azalia. Keduanya bermain monopoli dengan ditemani beberapa cemilan yang sempat mereka buat sendiri sore tadi.

"Yaa mampuss lu, bayarr ke gue empat ratus ribu," tegas nya sambil menggenggam erat kartu bertuliskan mesir.

" Yaelah apes amat gue bru keluar penjara langsung mendarat di mesir," ujar Jingga lesu.

Ia pun menyodorkan uang monopoli sejumlah yang diminta. Dengan gembira Azalia pun menerima uang mainan tersebut.

Suara gerbang terbuka membuat kedua gadis tersebut sontak mengalihkan atensi nya, pada dua cowok yang baru bertamu itu. Disana terdapat Rio dan Zafa yang berjalan mendekati keduanya.

" Napa?" Tanya Azalia.

" om dirumah?"

" Hooh didalem, masuk aja," jawab nya.

Rio pun melenggang masuk setelah Azalia mempersilahkan. Saat hendak masuk ternyata ayah Azalia tengah duduk santai di sofa ruang tamu ssmbil bermain ponsel nya.

Karena tak terlalu serius, ayah Azalia pun bisa menyadari Rio yang hendak mendekatinya. " Kenapa Bar?" Tanya Ayah Azalia.

Rio pun tersenyum sambil berjalan mendekati pemilik rumah. " Ini dari mama om, tadi mama bikin brownies," ucap Rio sambil menyodorkan kresek berisikan makanan titipan Mama nya.

" Wahh makasih ya, sampein ke mama."

" Iya om, Rio kesana dulu ya."

Ayah Azalia hanya mengangguk untuk menanggapi. Sedangkan di seberang sana ketiga orang tersebut ternyata tengah membicarakan nya.

" Napa manggil nya Bar? Emang namanya Rio ada akbar nya?" Tanya Jingga.

" Cih, lo kira Bar cuma bisa di nama Akbar?" Cetus Azalia.

" Namanya Rio kan Bario hafian. Makanya ayah manggil Bar," jelas nya.

" Oh gitu." Kini Zafa yang menanggapi.

" Ngomongin gua ya lu pada," lontar Rio ketika baru datang.

" Iye napa?" Jawab Jingga.

" Sini aja dulu Yo, ngikut di dua bocah main," ajak Zafa.

" Serah, gua ngikut."

" Yaudah ganti ular tangga aja, gue males bagi lagi. Lamaa," ujar Azalia.

" Oke."

Jingga dan Azalia pun segera membereskan segala perkakas yang digunakan dalam permainan monopoli tersebut. Ya meskipun sedikit tapi setidaknya Rio dan Zafa masih membantu.

" Tanggal sepuluh bulan depan udah PAS," ujar Rio.

" Uhh, gue lupa dari tadi mau ngomong ituu Zaa," sahut Jingga sambil menepuk dahinya

" Wihh, cepet ya. Perasaan baru bulan kemaren kita MPLS."

" Dah ayo," ujar Azalia setelah selesai membersihkan perintilan monopoli nya.

Keempat remaja tersebut pun melakukan hompimpa untuk menentukan urutan permainan. Permainan pun dimulai dengan tenang dengan urutan yang telah di tentukan.

" Ini za," ujar pria paruh baya yang menyodorkan piring pada Azalia.

" Brownies bikinan mama nya Bario."

EUDAIMONIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang