Sama kamu sakit, tapi kalo gak sama kamu lebih sakit.

409 107 44
                                        

" Percuma menyirami tanaman yang sudah mati, ihklaskan, perasaannya kepadamu sudah mati."





"Jen, nonton yuk."

"Makan deh makan."

"Ke pantai deh."

"Ngemall deh yuk."

Sudah banyak ajakan dari Lisa, tapi Jennie selalu menggelengkan kepalanya. Setahun ini ia masih sendiri, berusaha untuk terus melupakan Tama, tapi sayang, semakin ia berusaha untuk melupakan Tama, perasaan itu malah semakin kuat. Jennie masih sayang Tama, sangat amat. Setahun ini juga ia memang tidak pernah bertemu dengan Tama, hal tersebut sengaja ia lakukan, karna Jennie takut pada saat matanya bertemu dengan Tama yang ia lakukan hanya bisa menangis.

Ajakan teman temanya sekedar pergi ke cafe, atau ke pantai saja Jennie selalu bertanya "Ada dia nggak?"

Kalau ada Tama, Jennie lebih memilih untuk tidak ikut.

Lisa yang sedang selonjoran di karpet tiba tiba langsung berdiri, dan menunjukan layar ponselnya pada Jennie, sambil sumringah, cewek berponi tersebut menaik turunkan alisnya.

"Gas deh, yah yah yah....." Lisa menunjukan puppy eyes andalanya pada Jennie.

Jennie memutar bola matanya malas. "Engga deh."

"Ah lo mah gitu, kita sekarang udah jarang kumpul formasi lengkap tau, kalo ada lo, nggak ada Tama, ada Tama, nggak ada lo, ada lo, nggak ada Yuda, ada Yuda nggak ada lo."

"Gue sibuk."

"Sibuk apaan sih."

"Ya gue sibuk kerja."

"Pleassssssss, bentar doang deh."

"Ada dia nggak?"

Lisa sudah menduga hal ini, Jennie akan dan selalu bertanya soal ini, menghindari Tama.

"Ng....... antara ada dan tiada."

Jennie mengerutkan keningnya, "Kenapa lo jadi nyanyi lagunya utopia deh."

"Harus banget utopia ya Jen, refrensi lagu kita jadul banget." Lisa tertawa terbahak bahak.

Lisa meraih tangan Jennie yang kemudian ia genggam. "Sekali ini aja, kalo pun ada Tama yaudah anggap aja nggak ada Tama, sebentar doang, lo kalo misal mau balik duluan gapapa, gue ikut balik bareng lo, asal kita bisa kumpul formasi lengkap. Gue kangen banget kita jaman masih ngekos, walaupun gue sekarang masih ngekos, tapi bentar lagi gue pindah kok."

Mau tidak mau Jennie akhirnya tetap mengiyakan permintaan Lisa.

_____

Tau apa yang paling membuat Jennie merasa tidak nyaman? Ia melihat Tama datang dan ikut bergabung bersama mereka, ia peka kalau Tama yang awalnya ingin menyapa Jennie tapi sepertinya diurungkan niatnya karna Jennie lebih dulu membuang muka.

Tama datang tidak sendirian, ia bersama dengan Tiara. Ah, cewek tersebut yang menjadi kasih tak sampai milik Tama, gak tau kalau sekarang.

"YEAYYYY!!!! AKHIRNYA KITA KUMPUL FULLTEAM!!!!!!! WOHOOO!!!" Lisa bersorak gembira, yang biasanya 24/7 mereka semua tau kegiatan masing masing, sedang apa, makan apa, mau kemana, sekarang boro boro mau begitu, apalagi semenjak putusnya Jennie dan Tama, makin jarang mereka ada waktu buat kumpul kumpul gini.

𝐃𝐮𝐚 𝐩𝐮𝐥𝐮𝐡 𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐣𝐚𝐦 𝐭𝐮𝐣𝐮𝐡 𝐡𝐚𝐫𝐢Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang