Jangan jatuh cinta sendirian ya ♡

429 100 45
                                        

2 tahun kemudian.


"Halah, Ni. Aeng aeng wae tho kowe karo aku."

"Aeng aeng opo toh Mas Kahfi? Sampeyan iki aneh banget. Wis tah kuwe klambimu genti nganah, klambi kok klowor men sih."

Kahfi memperhatikan penampilanya dari atas sampai bawah, ada benernya juga yang dibilang sama Jennie, bajunya emang gak serapih biasanya. Males banget bawaanya gak tau kenapa hari ini, cuma karna emang udah ada janji sama Jennie, jadi mau gak mau harus ditepatin, kalo gak nanti Jennie ngamuk.

"Sek yo, aku tek genti klambi. Kowe ojo kabur."

Jennie mendelik kearah Kahfi, "Sopo sing arep kabur."

Kalau diingat ingat lagi, terakhir Jennie memutuskan untuk pergi keluar kota awalnya cuma sebatas nyeletuk aja dan modal nekat. Setelah memutuskan untuk pindah ke Semarang ternyata gak buruk juga, walaupun Semarang gak kalah panas dari Bekasi.

Lalu ketemu sama cowok yang badanya gede namanya Kahfi. Berawal dari nemenin temen yang lagi cod kucing, berujung kenalan dan sampai sekarang malah jadi bro broan.

"Ni, Nini!!" Panggil Kahfi.

Jennie memutar bola matanya malas, takut banget ditinggal pergi duluan, yang bawa mobil juga belum selesai ganti baju.

"Warnanya nabrak nggak? Enggak kan?"

Jennie memperhatikan Kahfi dari atas kepala sampai bawah kaki, gak ada yang salah sama penampilan Kahfi, bagus, Jennie suka.

Jennie menggelengkan kepalanya, kemudian memberikan dua jempolnya untuk penampilan Kahfi.

"Jadwalnya mau kemana ya Mbak hari ini?" tanya Kahfi yang lagi ngambil kunci mobilnya.

"Nemenin gue nyalon."

"Udah kayak cowok lo aja gue pake nemenin lo nyalon segala." Mendengar hal tersebut membuat Jennie terkekeh.

"Makanya kalo gue lagi nembak lo, terima dong."

"Nanti ya."

"Nantinya tuh kapan ya?"

"Kapan kapan, nanti gue kabarin lagi deh ya kalo gue udah oke." Kahfi menanggapinya dengan kekehan juga, tidak lupa tanganya memberi hormat pada Jennie. "Siap ibu Nini!"

_____

"Mas Kahfi, besok gue kan mau balik Jakarta, mau ikut nggak? Katanya lo mau ketemu sama temen temen gue."

"Lama nggak?"

"Apanya?"

Kahfi berdecak, gemes soalnya sama Jennie. "Lo lama nggak di Jakarta? Kasian majikan gue kalo gue kelamaan di Jakarta siapa yang mau ngasih makan."

"Kan ada temen lo, minta tolong aja buat kasih makan majikan lo itu."

"Dua hari ada nggak?"

"Gue tiga hari di Jakarta."

Jennie buru buru melanjutkan ucapanya. "Kan dirumah gue ada kamar tamu, nanti tidur disitu aja. Kayak sama siapa aja deh lo, udah pernah video call sama Mamah gue ini kan, adek gue juga nanyain lo tau."

"Oiya adek lo udah punya cowok belum?"

Jennie reflek melotot. "Mau ngapain?!"

𝐃𝐮𝐚 𝐩𝐮𝐥𝐮𝐡 𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐣𝐚𝐦 𝐭𝐮𝐣𝐮𝐡 𝐡𝐚𝐫𝐢Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang