5 - Initial hurdle

216 27 0
                                        

Kini, aku sudah tau lokasi hutan terlarang. Hutan itu terletak di utara wilayah kerajaan. Di sana, jarang ada pemukiman penduduk, jadi, menurutku mungkin itu karena adanya hutan terlarang tersebut.

Aku berteleportasi menuju hutan terlarang. Tubuhku melesat cepat bersama tas tak terlalu besar di punggungku. Rambut merahku tampak menyisir ke sana kemari membuat rambut itu beberapa kali menghalangi penglihatanku.

Perjalanan menuju wilayah utara bukanlah singkat, butuh beberapa jam mengingat wilayah kekuasaan Kerajaan Ettersen begitu luas dan besar.

Energiku terkuras. Aku memutuskan untuk beristirahat sejenak.

Aku menyimpan beberapa makanan dan minuman di tas sebagai perbekalan. Aku tau, perjalananku kali ini berbeda. Aku benar-benar tidak tau apa yang menungguku di depan sana. Boleh jadi sangat mengerikan dan tidak terduga. Aku juga tidak tau perjalanan ini berjalan singkat atau lambat. Aku membawa perbekalan yang cukup, setidaknya harus sampai empat hari ke depan. Maka, aku tidak boleh makan banyak-banyak.

Aku meneguk minum sedikit setelah itu memakan kue buatan ibu. Terasa lezat. Namun, aku harus tetap menyimpan sisanya. Ini benar-benar dibutuhkan untuk kedepannya.

15 menit aku butuhkan untuk beristirahat. Setelah cukup, aku berdiri, memperbaiki tas yang aku kenakan, lalu tubuhku kembali melesat menuju hutan terlarang.

Aku akan segera bertemu Eleanor. Itu harapan terbesarku sekarang.

****

2 jam pun masih terasa kurang untuk menempuh perjalanan. Aku baru sadar, utara wilayah itu jauh sekali dari pemukiman penduduk. Aku terus bergerak menuju utara wilayah tanpa sekalipun berbelok. Aku sebenarnya takut jika salah jalan, tapi, aku terus mencari, bisa saja hutan terlarang itu berada di sana.

Semakin aku pergi jauh, semakin gelap di dalam sana. Hari sudah sore, harusnya langit tetap cerah, tapi sekarang, di depanku dihiasi kabut. Pepohonan lebat mulai terlihat. Aku menyunggingkan senyum. Pasti tujuanku tidak jauh lagi.

Kabut itu semakin tebal membuat penglihatanku terganggu. Aku berhenti sejenak, beristirahat lagi setelah dua jam berteleportasi tanpa henti. Ini membuatku berpikir, berteleportasi dengan super cepat pun membutuhkan berjam-jam lamanya, apalagi jika berjalan kaki. Bisa saja mereka sampai besok, atau besoknya lagi, bisa juga mereka memutuskan putar arah, pulang, tidak jadi menemukan hutan terlarang.

Jika aku bisa bertelepati, pasti aku akan melakukannya sedari tadi. Atau mungkin beberapa hari yang lalu untuk menghubungi Eleanor. Tapi sayang, tidak semua orang bisa melakukan teknik tersebut. Satu-satunya yang aku tau, yang bisa melakukan teknik tersebut adalah keluarga kerajaan. Dan Pangeran bisu itu, maksudku Pangeran Essam, meskipun umurnya masih muda, dia jelas menguasai banyak teknik kekuatan dan pertarungan.

Tapi, keluarga kerajaan yang terkenal hebat akan kekuatannya itu tidak bisa menemukan Pangeran Essam, bagaimana dengan aku dan Eleanor yang hanya rakyat kecil?

Di luar nalar! Sama saja seperti kami yang secara sukarela menjadi santapan alam.

Kambali, kabut ini benar-benar mengganggu penglihatanku. Aku bersungut kesal. Berdiri dari duduk. Aku hendak mengacungkan telapak tangan, mengeluarkan api, tapi percuma, itu tidak membantu sama sekali.

Baiklah, aku berusaha berpikir positif. Mungkin saja ketika aku berteleportasi lebih jauh ke arah wilayah, kabut ini akan hilang. Iya, aku akan mencobanya.

500 meter aku baru berteleportasi, kabut ini semakin tebal saja. Sial, ini benar-benar mengganggu. Kabut ini seperti tidak alami, benar-benar tebal dan aku tidak bisa melihat radius 100 meter di depan sana.

FORBIDDEN FOREST [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang