Para penduduk sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Sepertinya diantara mereka tidak ada yang menyadari jika kerajaan sedang dalam masalah. Masalahnya besar pula, sang pangeran menghilang.
Aku juga yakin, jika saja Eleanor tidak memberi tau ku, aku juga tidak tau masalah ini, dan tentu aku akan sama seperti mereka, sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Sejak semalam aku terus memikirkan di mana keberadaan Pangeran Essam. Lelaki itu dikenal sebagai orang yang cerdas dan berwibawa, sangat aneh bila dia diumumkan hilang begitu saja.
"Vie, ibu akan bekerja, kamu jangan lupa menjaga rumah ya." Ibuku memanggil. Aku berdiri dari duduk, menghampirinya.
"Ibu, aku ingin bertanya sesuatu." Aku menahannya lebih dulu.
"Bicara apa? Kamu ingin bertanya tentang apa, Vie?"
"Hutan terlarang, ibu. Aku ingin menanyakan hal itu."
Ibu terkejut, dia menggeleng. "Kenapa kamu ingin membahas tempat mengerikan itu? Jangan bilang kamu penasaran dan ingin mengunjunginya? Aduh, Nak! Kamu jangan aneh-aneh deh." Ibu panik, dia cepat-cepat menolak.
"Tidak, Ibu. Aku tidak ingin mengunjunginya. Aku hanya ingin bertanya sesuatu."
"Apa yang ingin kamu tanyakan?"
"Hutan terlarang apakah sangat mengerikan?" Aku bertanya, was-was.
Ibu termenung, mengangguk. "Sangat. Sangat mengerikan. Meskipun ibu tidak pernah melihatnya secara langsung, jelas hutan itu sangat mengerikan. Tidak ada yang berani mendatanginya. Hanya orang bosan hidup yang datang ke hutan itu. Hutan itu bukan mengerikan karena ada hantu, tapi karena sesuatu yang tidak diketahui di dalam sana membuat siapapun harus mundur."
"Apa ibu tau di mana letak persisnya?" Aku bertanya lagi.
Ibu diam sebentar, dia seperti berat menjawab pertanyaanku. Aku mengira ibu tau, namun sedetik kemudian ibu menggeleng membuatku menghela napas. "Ibu tidak tau di mana letak hutan terlarang. Tidak ada yang tau pasti. Kamu kenapa bertanya tentang hal itu, Nak? Apa ada masalah? Kenapa kamu ingin tau sekali?"
Aduh, aku segera menggeleng. "Tidak ada apa-apa, Ibu, sungguh. Aku hanya ingin tau, belakangan ini aku mendengar orang-orang sibuk sekali membicarakan hutan terlarang membuat aku jadi penasaran."
"Semua orang emang bertanya-tanya tentang hutan terlarang, Nak." Ibu mengangguk, dia seperti setuju denganku. "Hutan itu selalu saja membuat rumor-rumor baru, tapi sekalipun kita tidak bisa melihatnya secara langsung. Hutan terlarang seperti dunia lain, tidak bisa dijangkau dan dijaga amat sangat ketat. Walaupun begitu, kita harus tetap menjaga diri, jangan pernah mencari tau apalagi mendekati area terlarang itu."
Aku mengangguk, setuju dengan ibu.
"Kamu sungguhan hanya ingin tau tentang hutan terlarang, Nak?"
Aku mengangguk lagi. Aku hanya sekedar ingin tau tanpa maksud apapun.
"Sebenarnya ada satu orang yang seharusnya tau lokasi tepat hutan terlarang. Ibu juga tidak yakin, tapi, dia lah orang satu-satunya yang masuk akal jika ditanyai tentang hutan terlarang."
"Siapa, Ibu?" Aku bertanya antusias. Ada yang tau lokasi hutan terlarang?
"Kakek Osh. Tetua desa ini."
****
Kakek Osh.
Aku terdiam seketika mendengar ucapan Ibu pagi tadi tentang Kakek Osh yang kemungkinan besar tau lokasi hutan terlarang. Kakek tua itu, banyak orang mengatakan umurnya sudah ratusan, bahkan ada pula yang bilang umurnya seribu tahun, tidak ada yang tau pasti, merupakan tetua di desa kami, tau lokasi hutan terlarang. Tapi itu masuk akal saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
FORBIDDEN FOREST [COMPLETED]
Fantasía[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Vienne mengambil keputusan paling buruk dalam hidupnya, yakni menyusul Eleanor, temannya yang pergi dengan tujuan mencari Pangeran Essam yang dikabarkan menghilang tiba-tiba di tempat paling mengerikan wilayah Kerajaan Etter...
![FORBIDDEN FOREST [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/333164947-64-k790684.jpg)