1 - Forbidden forest

483 29 0
                                        

"Wah cantiknya ...."

Puluhan kupu-kupu berterbangan di sekitarku. Aku menatap takjub dan tidak sekalipun berkedip. Pemandangan ini sering terjadi, namun entah kenapa itu selalu membuatku tercengang untuk menatapnya. Indah sekali.

Aku menjulurkan tangan membuat salah satu kupu-kupu itu mendarat di telapak tanganku. Aku terjengkit kaget, karena kupu-kupu ini sulit sekali ditangkap, mereka sangat peka dan tidak mudah untuk didekati. Tapi lihatlah kejadian barusan?

Mataku berbinar-binar dengan perasaan kagum. Kupu-kupu di sini sungguh indah dengan sayap bercahaya, berwarna-warni, dan bisa mengeluarkan serbuk yang harum sekali baunya. Aku bisa melihat dan merasakannya sedekat ini! Aku bahagia sekali.

"Hebat sekali, teman! Kamu bisa menangkapnya!" Seseorang berseru antusias. Aku berbalik, tersenyum cerah. "Hei, El."

"Hai, Vie!" Eleanor, temanku itu menyapa balik.

"Ah, sepertinya kupu-kupu itu tau di mana letak bunganya. Jelas saja itu kamu." Eleanor mencoba bergurau, membuat wajahku menghangat. "Tidak seperti itu, El." Aku menyergah.

"Oh ya? Atau mungkin saja kupu-kupu itu mengira kamu salah satu kawanannya, lantas hinggap. Aduh, Vie, karena kecantikanmu bahkan membuat kupu-kupu terlalu sulit membedakan kamu dan temannya."

Lagi-lagi mukaku memerah. Dasar Eleanor!

Tapi aku tidak membahasnya lagi, takut Eleanor akan terus menggodaku. Alhasil, aku membalas dengan tertawa. Aku menatap kupu-kupu itu, menerbangkannya kembali ke udara.

"Oh iya, Vie. Sebenarnya ada sesuatu yang hendak aku bicarakan kepadamu. Ini penting sekali." Suara Eleanor mengecil, sepertinya pembicaraan ini serius.

"Ada apa, El?" Aku penasaran, suaraku tak kalah kecil.

"Ikuti aku, jangan bicara di sini. Cepat." Eleanor mulai berteleportasi, meninggalkanku.

Aku mengangguk, mengikuti Eleanor yang mulai menjauh dari tempat awal kami berdiri. Dia terus maju, membuat aku bingung. Sepenting itu kah pembicaraan ini hingga Eleanor harus jauh dari pemukiman penduduk?

Aku jadi semakin penasaran.

"El, ada apa? Ini sudah cukup jauh dari tempat awal kita. Aku rasa tidak akan ada yang menguping pembicaraan kita." Aku berujar di sela-sela teleportasi kami.

"Aduh, Vie, ikuti aku saja, ya. Serius, ini sangat-sangat penting." Tubuh Eleanor kembali melesat cepat, aku persis di belakangnya.

Baiklah, aku mengalah, tetap mengikuti Eleanor sampai kami tiba di tempat yang jauh dari jangkauan penduduk. Jauh sekali.

"Tempat ini sepertinya aman." Eleanor berhenti, menilai situasi, netranya menatap sekitar.

Aku juga ikut menatap sekitar, tidak mendapati siapapun di sini.

Untuk tetap menjaga agar perbincangan kami ini rahasia, Eleanor menembakkan gelembung kecil dari tangannya, meniupkannya hingga besar dan membungkus tubuh kami berdua. Gelembung itu berguna agar perbincangan kami tetap rahasia dari siapapun.

"Dengar, Vie, aku baru saja mendapatkan berita baru dari kerajaan. Tepatnya dari ibuku yang bekerja di sana." Eleanor mulai bersuara, membuatku fokus memerhatikan.

"Ini kabar yang rahasia, tidak boleh ada yang tau. Namun ibuku keceplosan saat makan malam kemarin. Dia panik, sedangkan aku terus mendesaknya hingga dia menceritakan semuanya yang ada di kerajaan padaku."

Ayolah! Tidak bisa kah Eleanor berbicara ke intinya saja? Ini sungguh membuatku penasaran.

"Lantas ada apa, El?"

FORBIDDEN FOREST [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang