Dinner

252 23 0
                                        

Mengingatkan kembali bahwa ini hanya cerita fiksi hasil karangan saya sendiri, tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan nyata dari setiap tokoh yang ada dalam cerita.

Jadilah pembaca yang bijak !!
Selamat Membaca♡











"Jadi rekapan laporan bulan lalu sudah keluar?"

Sosok yang ditanya mengangguk. "Sudah pak, dan kita lagi-lagi melebihi target untuk pemasaran dibulan kemarin."

Senyum merekah mulai tergambar jelas dari wajah tegas CEO muda itu, terus dia mengangguk.

"Yasudah, saya akan coba bicarakan terlebih dahulu dengan pihak Owner dan Founder perusahaan."

"Baik pak, saya permisi."

"Iya silahkan."

Gak lama dari kepergian salah satu staffnya, pintu ruangan itu terbuka lagi.

"Mohon untuk ketuk pintu sebelum masuk !!"

"Ini gue bang, elah." Seruan itu ngebuat si pemilik ruang berbalik, terus natap adeknya sebel.

"Kebiasaan dirumah gak usah dibawa ke kantor dong Chan !! Biasain ketuk pintu, bisa gawat kalo lagi ada tamu." Orang itu nyerocos.

"Iya iya, sebelum masuk juga gue nanya dulu sama sekretaris lo didepan bang."

Gak ada respon, soalnya CEO itu lagi sibuk teleponan sama dua orang yang mendirikan perusahaan ini.

"Oke, kita langsung ketemu disana aja berarti yah?"

"........"

"Oke oke."

"Kenapa bang?"

"Udah ayo ikut aja !!"

---

"Kenapa sih kita dikumpulin?" Heran Shotaro.

"Gak tahu." Jawab Renjun cepet.

"Gimana kalo tiba-tiba dikasih pengumuman tentang pengurangan pegawai? Beberapa orang dirumahkan, padahal aslinya otw PHK." YangYang malah bikin orang overthinking.

"Jangan gitu dong !!" Shotaro kemakan omongan temannya.

"Udah, gak usah percaya sama si kuyang !!" Ujar Renjun.

"Ini masih lama gak pak Dud?" Tanya Haechan.

"Sebentar yah !! Tunggu pak Mark dulu."

"Ah lamaa." Keluh Haechan.

Beberapa staff di divisi lain sampe bingung liat Haechan, tapi ya mau gimana? Orang anak-anak divisi pemasaran kan emang sedeket itu, jadi gak aneh kalo malah keliatan gak sopan.

"Tunggu aja kali Chan, bentar lagi pasti !!" Seru Jeno.

Udah ngomong gitu, dia langsung ngelirik Jaemin yang ngasih tatapan malas.

"Gue cuma ngasih tahu, gak ngapa-ngapain." Bisik Jeno, Jaemin agak geserin tubuhnya.

"Bodo amat." Respon Jaemin.

Gak lama dari omongan Jeno, orang yang mereka tunggu beneran datang. Haechan yang tadinya duduk dilantai langsung diseret buat berdiri, terus dia natap orang yang nyeret.

RUMAHTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang