"Bukan dengan cara ini!"
<><><>
Malam hari ini Arsha sedang berada di lapangan umum kompleks perumahan nya. Cowok itu sedang memainkan bola basket, dirinya merasa bosan dirumah membuat nya memutuskan untuk menghibur diri ditempat ini.
Arsha kini tinggal sendiri, kedua orangtuanya telah berpisah dan sudah memiliki keluarga masing-masing. Ayahnya yang seorang CEO terkenal dan ibu nya yang seorang model tak menutup kemungkinan Arsha bahagia dan bangga menjadi anak seseorang yang terkenal.
Bahkan setelah perpisahan itu kini Arsha tak pernah lagi bertemu dengan kedua orang tuanya, seolah mereka sudah memutuskan hubungan dengan Arsha. Kini tujuan nya hidup hanya untuk diri nya sendiri, ia akan berusaha agar suatu hari nanti kedua orang tuanya menyesal telah meninggalkannya.
Bola basket tersebut masuk kedalam ring, bersamaan dengan itu seorang laki-laki dengan jaket hitam datang.
"Masih menjadi kebiasaan Lo buat kesini malam-malam?!" Ucap laki-laki itu yang ternyata adalah Nauval.
Arsha terkekeh. "Masih jadi kebiasaan Lo juga bang pulang malam?!"
"Gue habis pulang kuliah!" Jawabnya.
"Mana ada orang kuliah pulang jam sebelas malam?!" Tanya Arsha.
"Lebih parah Lo main basket di jam segini!"
Keduanya pun duduk untuk sekedar saling berbincang, Nauval memberikan sekaleng minuman kepada Arsha.
"Lo pulang jalan?!"
"Dianter sama temen sampe depan," jawabnya.
"Bang. Gue perhatikan Lo lagi banyak masalah?!" Tanya Arsha.
"Semenjak kematian Amara hidup gue penuh dengan masalah. Ini juga salah gue yang nggak bisa nyelamatin orang yang gue sayang!" Ucapnya.
"Alex masih mengira Lo yang udah membunuh adiknya itu?!" Tanya Arsha.
"Memang ini semua terjadi karena gue yang gak bisa menjaga Amara. Karena gue hidup Amara terus dalam bahaya!" Jawab Nauval.
Arsha bangkit dari duduknya. "Semua itu bukan salah Lo bang!" Tekan Arsha.
Nauval bangkit dari duduknya. "Amara adalah putri satu-satunya di keluarga Stephan, tak menutup kemungkinan ia sangat di sayangi dan di lindungi. Tapi dengan lancangnya manusia biasa seperti gue malah membuatnya masuk kedalam kehidupan kelam!"
"Andai waktu bisa gue putar... Gue gak mau kenal Amara, agar hidupnya damai. Dan mungkin sampai saat ini ia masih hidup!"
"Di luar sana banyak musuh yang ingin gue mati. Dan jika sedikit saja gue lengah, mereka dengan mudah bisa membunuh gue!"
Arsha hanya diam mendengarkan apa yang Nauval katakan. Sejauh ia kenal dengan Nauval, laki-laki itu adalah orang baik yang gak akan mungkin membunuh seseorang, apa lagi orang yang sangat ia sayangi.
Nauval menepuk pundak Arsha. "Lo harus nikmati hidup di masa remaja ini dengan sebaik mungkin. Karena waktu gak akan pernah bisa terulang lagi." Ucapnya.
"Lo selalu memiliki banyak cara bersikap santai disaat masalah terus menghantam hidup Lo bang!"
"Namanya juga hidup. Kalau nggak di takdirkan untuk bahagia, ya akan mati!" Jawab Nauval.
Tiba-tiba saja dering telepon terdengar dan itu dari handphone milik Nauval. Laki-laki itu langsung mengangkat teleponnya.
Terlihat wajah yang tidak baik-baik saja saat Nauval mengangkat telepon tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ia Rahasiaku
Fiction Générale"Bertahun-tahun kita dekat, namun sampai sekarang kita masih belum bisa mengenal satu sama lain!" <><><> ❌ TIDAK MENERIMA PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN!!!! HARAP BIJAK DALAM MEMBACA CERITA INI! JIKA TIDAK SUKA TINGGALKAN SAJA! INI CE...
