Bagian 25

3 0 0
                                        

"Karena aku adalah orang bodoh itu, yang berharap menjadi milikmu saat kita bertemu."

<><><>

Suasana pemakaman sangat dipenuhi haru dari sebagian orang yang mengenal Nauval. Setelah jenazah Nauval di kebumikan, semua orang kembali untuk mempersiapkan tahlil bersama. Ziva gadis itu tidak keluar kamar sama sekali, ia mengurung diri di kamar, dan tidak mengijinkan semua orang untuk masuk kedalam kamar nya.

Banyak kata sabar tidak ada artinya baginya, ia kehilangan kedua orang tua nya dan sekarang abangnya pun pergi dengan tragis bahkan dihadapan nya sendiri. Bagaimana dia tidak mau terpuruk akan hal itu, diusia remaja nya ia sangat butuh peran keluarga dalam hidup nya.

Haikal menatap Ziva yang berdiam diri di kamarnya. Datar menatap kearah jendela, pandangannya benar-benar kosong terlihat seperti mayat hidup. Cowok itu memutuskan untuk menghampirinya dan duduk disamping Ziva.

"Lo tau ruangan kosong yang ada disekolah? 2 tahun yang lalu gue menyaksikan sendiri bagaimana teman-teman sekelas gue meninggal akibat menghirup gas berbahaya di ruangan itu. Gue trauma sampai menunda sekolah, menyalahkan diri sendiri kenapa hanya gue yang hidup? Kenapa hanya gue yang selamat dari banyak siswa yang tewas. Yang paling bikin gue semakin tertekan saat gue tau kasus kematian nya ditutup oleh direktur sekolah dimana itu adalah bapak gue sendiri." Ucap Haikal.

Ziva menatap Haikal dengan wajah sendu nya.

"Tapi setelah itu gue berpikir, tuhan kasih kesempatan untuk gue hidup, untuk tau orang-orang bajingan yang hidup diantara orang-orang baik."

Haikal menyelipkan anak rambut milik Ziva.

"Ziva-"

"Aku sendirian, aku terlalu takut menghadapi kenyataan itu!"

Haikal ternyata. "Gue ada disini, bang Nauval udah kasih Lo ke gue... Lo sekarang milik gue, jadi gak perlu takut kalau didunia ini lo ngerasa sendiri."

"Ziva, manusia itu lahir karena persetujuan nya sendiri. Dia sudah lihat masa depannya bagaimana, tapi ingatan itu hilang saat ia lahir. Kamu lahir bukan ditakdirkan untuk sendirian, tapi ada masa depan yang sangat membuat kamu bahagia... Ingat baik-baik kamu pernah menjadi anak paling bahagia yang lahir dari keluarga cemara."

Perkataan Haikal memang benar, ia lahir dari keluarga yang sangat menyayanginya. Keluarga nya memang dibilang sebagai keluarga cemara, karena itu Ziva tidak pernah kekurangan kasih sayang. Tapi semua itulah yang ia rindukan saat ini, selalu ingin ia kembali ke masa lalu.

"Terimakasih, tolong tepati janji setidaknya temani aku sampai aku siap untuk benar-benar sendirian." Ucap Ziva.

"Iya aku janji, pikirkan sekolah kamu. Kita sukses sama-sama, biarkan orang-orang jahat itu mendapatkan karmanya dari tuhan, ingat Ziva kamu punya tuhan kamu gak sendirian."

"Keluar ya, kamu belum makan."

Ziva menggeleng. "Gak mau!"

"Ayok, atau aku gendong nih!"

"Haikal!" Ziva terkejut dengan ucapan cowok itu.

"Ya, makanya ayok keluar!" Ucap Haikal.

"1 2 3!" Ucap Haikal.

"Okeh!" Ziva menghela nafas dan langsung bangkit dari duduknya.

...

Sedangkan disisi lain ada Arsha yang sedang menatap bingkai foto dimana disana memperlihatkan seorang bayi perempuan yang tersenyum. Arsha sedikit terkejut saat melihat nama dan tahun kelahiran bayi itu, ia terkekeh sejenak tidak percaya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 24, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Ia RahasiakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang