.
Junghwan mengernyit ketika tubuhnya dilempar eh tidak tidak tubuhnya terlepas dari punggung haruto untung saja tubuhnya jatuh ke pinggiran ranjang tidak ke lantai, ia sebenarnya sadar sedari tadi dan sengaja berpura2 pingsan dihadapan dobby karna nyatanya ia begitu kesal pada pria cantik nan imut ini..
Junghwan susah payah menahan segala ekspresi yg mungkin ia keluarkan tatkala merasakan tangan dobby yg mulai membuka bajunya, "gemes basih sih by" batin junghwan . Ia begitu geram dengan dirinya sendiri, ingin rasanya ia membuka mata dan menerjang pria manis yg sedang menggantikan bajunya itu sekarang.
Untung saja junghwan bisa mengontrol adik kecilnya dibawah sana agar tetap tenang dan tidak mengacaukan suasana. "M-makasih" junghwan akhirnya mengeluarkan suara saat dobby memeluknya dan bergumam didada bidangnya itu.
Dobby mengerjap dan kembali menegakkan badannya menatap junghwan. "Kamu udah bangun?" Ucap dobby menyeka airmata yg keluar begitu saja
Tangan junghwan terulur untuk menggenggam tangan kecil dobby, lalu ia mendudukan diri menyandarkan punggungnya pada dinding ranjang lalu tersenyum.
"M-makasih udah ganti baju aku, dingin banget lho tadi" junghwan tersenyum lebar membuat dobby sedikit mengernyit
"Kamu udah bangun dari tadi hah? Isshh nyebelin" dobby menutup muka dengan kedua tangannya, menghentakkan kakinya sesekali. "Apa-apaan junghwan, jadi daritadi dia denger dong yg aku ucapin pas gantiin baju dia. aaaaa malu banget anjirrrr"
"Jangan ditutup gitu, aku mau lihat muka gemesin kamu" ledek junghwan mendekatkan dirinya dengan dobby menarik tangan yg menutupi wajah dobby.
Blusshhh
Wajah dobby merah padam, membuat junghwan terkekeh dan menggenggam tangan dobby mengusapnya dengan lembut
"Maaf deh maaf. Aku cuma mau tau seberapa peduli kamu sama aku, kenapa kamu sekhawatir itu sampe nangis sesegukan lihat keadaan aku tadi, padahal kamu sendiri yang sengaja ninggalin aku kan?" Junghwan menaikkan satu alisnya, menarik dagu dobby agar melihat kearahnya
Hiks
Hikss
Dobby terisak, airmatanya jatuh membasahi pipi, ia merasa bersalah pada junghwan, ia begitu jahat pada lelaki jangkung itu, ia yang salah tapi malah junghwan yang meminta maaf.
"Eh kok nangis lagi, sini sini.. udah dong yang korban disini kan aku kenapa kamu yang nangis?" Junghwan menarik dobby membawanya kedalam pelukan lalu dibalas pukulan kecil oleh dobby didadanya
"Nyebelin, kenapa minta maaf coba, kan aku yang salah. Mau nyindir gitu?" Dobby mempoutkan bibirnya membuat junghwan tambah gemas dengan tingkah pria kecilnya itu
"Kamunya malah nangis bukan minta maaf." Junghwan mencubit hidung dobby, dobby yang diperlakukan seperti itu tersipu, membenamkan wajahnya didada junghwan membuat siempu terkekeh lalu memeluknya dengan erat
~~~~~~
Pagi ini lumayan cerah, sinar matahari memasuki ruangan yang ditempati dua pria yang sedang tertidur pulas. Salah satunya terusik ketika merasakan cahaya mulai menusuk mata
Hoaammm
"Dia gak pegel apa semaleman peluk-peluk gini? Mana tangannya gue jadiin bantal lagi" batin dobby mengerjapkan matanya melihati junghwan masih diposisi yang sama dari semalam. Junghwan menjadikan tangannya bantal untuk dobby dan meletakkan tangan yang satunya lagi diperut dobby karna semalam dobby susah mencari posisi nyaman untuk tidur
Dobby melepaskan tangan kekar itu dari perutnya lalu berjalan keluar kamar menuju dapur, perutnya sangat lapar dari semalam gak makan apa2 karna mengkhawatirkan junghwan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Roses, Love and Hate
Hayran Kurgu18+--Sepercik kisah tentang 'mawar' yang membawa luka. Ini bukan luka karna duri, ini adalah tentang Luka dan cinta yang telah menyatu. "Walau luka ini tidak akan pernah terobati namun ia berhasil menutupi luka ini dengan ketulusannya" dobby BXB. H...
