MISSUNDERSTANDING

135 15 0
                                    

---

Sinar matahari perlahan memasuki kamar melalui celah jendela disertai semilir angin yang menyejukkan. Cahaya itu perlahan menusuk mata yang terpejam didalam sana. Merasakan semakin terang cahaya diruangannya iapun mengerjap, tangannya mengarah kesamping, meraba kasur disebelahnya mencari sosok yang semalam ada dipelukannya.



07:18

Junghwan membuka matanya lebar, ia tak menemukan sosok yang ia cari, matanya mengarah pada jam kecil diatas nakas "masih pagi, tapi udah ngilang. Masak mungkin ya" junghwan lalu bangun dari ranjangnya melangkah keluar kamar menuju dapur, tak menemukan yang ia cari, ia lanjut berjalan ke ruangtamu, kamar tamu, kamar mandi dan terakhir balkon. Nihil, kekasih yang ia harapkan saat bangun tidur masih dipelukannya tak ia temukan..

"Aishh Kemana sih pagi-pagi udah ngilang aja" junghwan mengacak rambutnya kasar lalu melangkah menuju kamarmandi dan bersiap

15 menit berlalu, kini ia telah siap mengenakan jaket jeans dan celana jeans yang senada. Topi hitam, jam tangan dan sneakers menambah kesan apik oenampilannya saat ini. Jangan lupakan parfum yang tak kalah menawannya jika terhirup, oh sungguh junghwan sangat keren pagi ini.. bayangin aja ya cuk🤣



-----








Halte bus, kini junghwan tengah terduduk dengan ponsel ditempelkan ke telinga, "udah 5x kali ga ada jawaban terus, kemana sih by?" Junghwan mendengus, ia tak mencoba menelpon kekasihnya lagi, ia kesal dan khawatir pasalnya kekasihnya itu pergi pagi sekali tanpa berpamitan padanya

"Junghwan?" Seseorang menghampirinya membuat junghwan berdiri
"Eh kak emm temennya kak junkyu kan?" Junghwan lupa dengan namanya, kenapa? Ya karna ketemunya pas junghwan udah kehujanan itu lho, junghwan ga sadar. Nah pas pagi2nya junghwan bangun orang itu pamit pulang, gak sempet kenalan gitu lho.....

"Hyunsuk, namaku hyunsuk"
"Eh iya kak hyunsuk, maaf belum sempet kenalan"
"Gapapa, sekarang udah kenal kan. Eh kamu tinggal daerah sini kah?"
"Itu apartementku, sama dobby"
"Really? Itu yang sebrangnya apart baru aku, kemaren baru pindahan. Wahh boleh main dong ya kapan-kapan"
"Boleh banget kak, kak hyunsuk mau kemana?"
"Aku mau kerumah temen, bosen diapart sendiri"
"Oh gitu" junghwan hanya ber oh ria karna susana hatinya jujur saat ini sedang todak baikbaik saja

"Emm kamu sendiri mau kemana?" Tanya hyunsuk seraya mendudukan dirinya disebelah junghwan
"Aku mau cari dobby, tapi gatau cari kemana. Pagi-pagi udah ngilang aja" jawaban junghwan sedikit menundukan kepalanya menatap ponsel
"Ada kelas mungkin? Udah ditelpon?"
"Udah berkali-kali, gaada jawaban"
"Eh itu busnya, jadi naik ga?"
"Duluan aja kak, masih bingung juga mau kemana?"
"Ok aku duluan ya, takecare" hyunsuk memasuki bus, meninggalkan junghwan yang masih terduduk lesu dikursi halte

Bus melaju pergi, junghwan berjalan berlawanan arah. Tujuannya adalah taman dipersimpangan depan, ia harap hatinya lebih tenang disana.



"Perasaan aku aja atau emang udara disini lebih seger ya? Enak banget suasananya" junghwan menerbitkan senyum diwajahnya, ia duduk dikursi pinggir taman.

Mata nya kini mengarah ke benda pipih ditangannya, menampilkan foto kekasih yang sangat ia cintai "dobby, kayaknya aku berlebihan sama kamu. Perasaan aku campur aduk, padahal kamu cuma pergi pagi-pagi dan gak sempet bilang karna aku masih tidur, tapi hati aku rasanya sakit, aku khawatir, aku gelisah, pikiran aku seketika kacau. Aku harus menetralkan semua ini, rileks junghwan, dobby juga mungkin ada urusan, atau mungkin ada kelas. Akkhh ayolah"
Junghwan mengusak rambutnya, ia berkutat dengan dirinya sendiri. Kenapa sekacau ini, padahal nanti juga dobby pulang pikirnya













---- di apartement dobby



Tit.tit.tit
Ceklek

Dobby memasuki apartement, ia langsung menuju dapur berniat membuat sarapan untuknya dan junghwan, ia melirik ke arah jam dinding

09:46

"Junghwan belum bangun jam segini? Lanjut masak aja dulu lah, laper" dobby melanjutkan kegiatan memasaknya, ia pikir junghwan memang masih tidur dikamar

"Uhh wangi nya, ini perut udah minta diisi. Ok bangunin sapi dulu" dobby berjalan menuju kamar, ia membuka pintu kamar, matanya melihat kesegala arah namun sosok yang ia cari tak ia dapati.

"Lho udah gaada, wangi banget lagi disini. Junghwan pergi kah?" Dobby menuju balkon lalu berjalan kembali menuju dapur.
"Makan sendiri deh" dobby tak ambil pusing dengan perginya junghwan, ia lapar, yang ada dipikirannya saat ini adalah mengisi perutnya.














---- balik ke taman.

Junghwan mengepalkan tangannya di dada, sesak, itu yang ia rasakan saat ini. Sesekali menepuk dada berharap sesak itu berkurang, namun tak seperti yang diharapkan. "Sshh kenapa sakit banget" junghwan meneteskan airmata, "cengeng, lemah, gimana mau jagain dobby kalo gini aja langsung drop"

Sesaat sebelumnya ....
Junghwan melihat beberapa anak kecil bersenang-senang diperosotan dan ayunan, lalu ia melihat satu anak yang sedang berlarian diikuti oleh kedua orangtuanya, mereka terlihat begitu bahagia sampai ayahnya menangkap sang anak lalu menggendongnya, berputar2 lalu mengecup kening anak dan istrinya. Pemandangan yang sungguh menyejukkan hati bukan? Tapi tidak untuk junghwan, ia meringis melihat kejadian itu, kebahagiaan keluarga itu menyesakkan dada, sakit. Itu yang junghwan rasakan. Kenangan buruk mulai bermunculan dikepalanya, seharusnya ia tak disini, keputusan menenangkan hati ditaman adalah sesuatu yang salah, itulah pikirnya saat ini

"Junghwan? Kamu disini?" Itu hyunsuk, ya hyunsuk lagi
Junghwan tak menghiraukan hyunsuk, ia masih menepuk dada sambil menunduk, hyunsuk yang menyadari hal itu lalu duduk disamping junghwan,
"Junghwan Kamu kenapa? Kamu sakit?" Hyunsuk memegang kedua bahu junghwan lalu ikut menunduk ingin melihat wajahnya, ia sungguh terkejut melihat wajah junghwan yang sudah penuh dengan airmata, bibirnya bergetar, matanya sembab, tangan yang sedari tadi menepuk dada itu diraih hyunsuk dan digenggamnya.

"Hey, kamu gak baik-baik aja junghwan, kamu sakit? Ayo aku antar kerumah sakit" hyunsuk panik melihat keadaan junghwan seperti ini, ia hendak berdiri namun ditarik oleh junghwan yang kini memeluknya.
Hyunsuk tercekat, kaget, junghwan tiba-tiba memeluknya dengan tangan gemetar dan nafas yang menggebu itu sangat terasa oleh hyunsuk

"Gini dulu, sebentar aja. Aku gapapa" hyunsuk masih membeku, apa yang harus ia lakukan? Ia tak tega melihat orang seperti ini, apalagi ini orang yang ia kenal

Hyunsuk membulatkan matanya, ia mendapati dobby yang sedang melihat ke arahnya dan .... Junghwan sedang memeluknya. Hyunsuk mencoba melepaskan pelukan junghwan, namun tenaga nya tak sebanding. Hingga kini dobby tepat berada didepannya tanpa disadari oleh junghwan.

"Kamu aku cari-cari ternyata ada disini, peluk-peluk pacar orang lagi, mau jadi pelakor hah?" Dobby mengepalkan tangannya, wajahnya memerah, ia tidak tahu saja keadaan junghwan saat ini

"Dobby, kamu tenang dulu. I-ini gak sepeti yang kamu pikirkan" hyunsuk berusaha menjelaskan

"Aku gak ngomong sama kakak, aku ngomong sama orang ini" dobby sungguh diselimuti amarah, cemburu kah? Gatau deh yaaaa

Junghwan melepaskan pelukannya pada hyunsuk lalu ia berdiri dan berbalik menatap dobby.

Tatapan itu, wajah itu, sungguh nyali dobby menciut seketika. Yang ia tau disini dia lah yang salah, siapapun selamatkan aku, begitu pikir dobby..




















-to be continue










Hai hai maafin ya miska tadinya mau double update lho tapi nyesek banget ampun udah ngetik dua chap mlah ilang ga ke save ,, capeekkkkk padahal perchapt nya udah 1200word huhuuuuu

Nyesek banget gasehhhh

Ini ngetik ulang jadi agak gimana gitu :'(
Semoga tetep suka yaaa

Besok lebaran nihh.. liburan dulu yuk, depan rumah juga gapapa xixixi

See u next chapt readersku tercinta

Jan lupa voment like share yaa




Teu bye

Roses, Love and HateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang