Aku sudah menginap di rumah sakit selama 5 hari, Karna Kaiser Khawatir pada anak-anaknya dalam kandunganku.
Kaiser juga tak lepas dari tanggung jawabnya, ia menemaniku bahkan membelikan apa yang ku inginkan, Dia juga sering menghiburku.
Ayah ibuku dan juga ayah Ibu mertuaku seiring datang berkunjung.
Dan hari ini adalah hari dimana Kaiser kembali bertanding. Kaiser dan timnya sempat berpamitan padaku
"(Name) Gapapa di tinggal Iser?? (Name) bisa kan??" Tanya Kaiser sambil berjongkok di depanku saat aku duduk di kursi roda
"Gapapa Kai... Lagian kamu juga ga perlu Khawatir." Jawabku, Kaiser cemberut lalu ia memeluk kakiku.
"Ayank... Beneran gapapa di tinggal...??" Tanya Kaiser lagi
"Gapapa" jawabku, Sejak tau jika melahirkan itu memiliki resiko kematian Kaiser selalu gelisah saat aku akan melahirkan.
"Kaiser tanding di Stadion Japan, bukan Stadion Jerman" -(Name)
"Emhhhmmmhhh~~~ Ayank Gapapa yaa...??" -Kaiser, Melihatnya seperti ini sedikit membuatku gemas padanya.
Kine yang awalnya berdiri di sampingku menjauhkan Kaiser dari kakiku
"Kakakku cuma mau melahirkan sialan! Bukan mau lewat jembatan Shirothol Mustaqim!" -Kine
"TERUS APA BEDANYA KALAU LAHIRAN RESIKONYA KEMATIAN?!" Tanya Kaiser dengan rengekan
"Bangsat, Lo mikir apaan asu?! (Name) ga selemah itu ya anjing!" -Kuroo
"Lo lagi?!" -Kaiser
"Apa?? Ga suka??" -Kuroo
Setelahnya Kaiser memeluk kakiku lagi lalu ia menangis semakin Keras
"HUWAAAA!! AYANK GAPAPA YAA?? JANGAN PERGI YAA??? YAAA??? ISER PASTI BALIK KOKK!!!" -Kaiser
"...." Aku hanya bisa pasrah atas keadaan ini.
"Udah bego, Waktunya tinggal 20 menit." -Noa
"BENTAR!!! Lagian stadionnya cuma 500M dari sini..." -Kaiser
"Bangsat... 20 menit sekalian buat pemanasan anjing!" -Isagi
Isagi langsung menarik ekor rambut Kaiser dan membawanya pergi dari sana.
"HUWAAAA!!! AYANK!!! PENGEN NEMENIN AYANK!!! HUWAAAA!!" -Kaiser
"BACOT LO KONTOL!!" -Isagi
"AKH!! GILAKKK!!! JANGAN DI TARIK KUAT-KUAT ASU!! .... EKOR RAMBUT GUEE!!!!! HUWAAAAAAAAAAAAAAA" Tegur dan Rengekan Kaiser
"Gue ngerasa Kaiser jadi lebih bego semenjak Lo hamil" -Kine
"Gue juga ngerasa begitu." -(Name)
"(Name)~~ aku bawa makanan~~" -Alisa
"Wahhh!!! Tengkyuuu Alisaa!!!" -(Name)
"Sama-sama!!" -Alisa.
......
Sekitar 35 menit kemudian aku di bawa ke ruangan persalinan, Di sana hanya ada Kine yang bisa menemaniku, Yori sendiri juga tak masalah, ia bahkan menyuruh Kine menemaniku.
Karna aku adalah kakaknya.
Aku sedikit takut saat masuk, tapi ini adalah perjuangan dari seorang Ibu. Akan ku buktikan.
Aku mulai di posisikan dan dokter juga mengambil Posisi, Kine Berdiri di Sampingku lalu ia menggenggam tanganku dan tangan satunya berada di atas kepalaku.
"Kine... Aku sedikit takut..." Lirihku, Kine melihatku lalu ia tersenyum
"Tidak perlu takut kak. Ini adalah perjuanganmu selama 9 bulan." -Kine
