Aku membuka mataku, Dan melihat Ayah, Ibu, Kaiser, Rika, Dan Kine, Aku terheran-heran, Melihat sekeliling sepertinya aku sedang berada di rumah sakit
"Kaiser...??" Panggilku, Kaiser saat ini sedang menggenggam tanganku sambil menciuminya, Ia langsung berhenti saat mendengar suaraku memanggilnya
Ia membuka matanya dan tersenyum hangat ke arahku, Aku heran... Kenapa lagi Kaiser??
"Berhenti membuat wajah seperti itu, menjijikkan" Ucapku
"Kau jahat sekali" Jawab Kaiser, Aku langsung duduk dan tidak merasakan sakit apapun, padahal tadi terasa sangat pusing
"Aku kenapa bisa ada di sini??" Tanyaku
"Kau tadi pingsan... (Name)... Kau membuatku Khawatir..." Rengek Rika
"Ah... Maaf..." Ucapku, Kaiser langsung mencium tanganku dan tersenyum
"Maaf... Aku membiarkanmu kelelahan... Sekarang aku menjadi ayah dari bayi kita (Name)..." Ucap Kaiser dengan lembut, Aku sedikit terkejut saat mendengar kata ayah
"Ayah?? Apa maksudmu...??" Tanyaku
"Jau sudah hamil 8 Minggu, Kak" ucap Kine
"Hamil 8 Minggu?!" Aku langsung terkejut mendengar ucapan Kine
"Bayi kita kembar... (Name)" Ucap Kaiser sambil mengelus perutku dengan lembut
"K--kembar??" Aku masih kebingungan
"Iyaa... Kamu Hamil anak kembar selama 8 Minggu, dengan kata lain aku menjadi ayah" Ucap Kaiser aku langsung menangis bahagia mendengar penjelasan Kaiser
"Kai... Aku jadi Ibu!!" Ucapku senang, Kaiser ikut tersenyum, Dan aku langsung memeluknya
"KAI!! AKU JADI IBU!!" Sambungku, Kaiser membalas pelukanku dan mengelus kepalaku
"Selamat ya nak~~" Ucap Ibu
"Ayah tidak sabar~" Sambung Ayah, Aku masih menangis bahagia di pelukan Kaiser.
..........
Setelah 3 hari di rumah sakit aku di izinkan pulang, Dokter bilang aku pingsan karna kelelahan di tambah aku sedang mengandung.
Begitu sampai rumah aku melihat rumah sangat bersih dan wangi...
"Bersih banget~" Ucapku, Kaiser tersenyum
"Iyalahh, Kan udah di bersihin" Jawab Kaiser
"Siapa yang bersihin??"
"Tuhh" Jawab Kaiser sambil menunjuk anak-anak Bastard yang sedang istirahat di sofa
"Dasar" Ucapku, Lalu tiba-tiba Kaiser membungkam mulutnya dan berlari ke arah kamar mandi
"Kaiser?!" Panggil panik, Aku ingin menyusulnya tapi sudah di dahului oleh yang lain.
"Kaiser, Lo kenapa anjir?!" Panggil Isagi
'HOEKKKK!!' Aku mendengar Suara itu langsung panik, Tak lama kemudian Kaiser keluar dengan badan yang lemas, Ia langsung di rangkul oleh Ness dan Grim
"Arhh... Pusing bgt..." Ujar Kaiser
"Iser, Kamu kenapa?!" Tanyaku panik
"Pusing sama mual banget..." Jawab Kaiser
"Lo masuk angin kali??" Ujar Ness
"Ga... Gue ga kedinginan" Jawab Kaiser
"Panggil dokter aja gimana??" Ucapku, Kaiser menggeleng, lalu ia di bawa ke sofa dan di dudukkan di sana
"Kok tiba-tiba banget??" Tanyaku khawatir
"(Name), Perasaan Lo dalam 8 Minggu kagak pernah mual dan ga pernah muntah-muntah??" Heran Isagi
"Ya gue mana tau" jawabku
"Itu karna organ tubuhnya bisa langsung beradaptasi sama membesarnya rahim, Jadi (Name) ga perlu muntah-muntah atau mual karna Organ perutnya di dorong sama si Rahim" Jawab Kunigami
"Kok pinter??" Heran Gagamaru
"Gue pernah denger sih, Tapi kok ini malah Kaiser yang bgitu?? Apa jangan-jangan dia hamil??" Jawab Kunigami
"ISER?! KAMU HAMIL ANAKNYA SIAPA?!" Tanyaku
"AKU GA HAMIL!!! AKU MASIH NORMAL!!" Jawab Kaiser
"KOK KAMU KAYAK ORANG HAMIL?!"
"Mana ku tau"
"Jangan bilang Lo hamil anaknya Ness?"
"HEH?!" -Ness
"Lo pikir gue segampang itu jadi phak bawah?? Justru mereka jadi pihak bawah!!" -Kaiser
"JADI KAMU BENER HAMIL?!"
"NGGAAA SAYANGGG!!!" -Kaiser
"(Name) ngadi-ngadi anjir..." -Isagi
"Jangan bilang Anaknya Noa?!"
"HEHHH?!" -Kaiser
"Ada kemungkinan... Soalny Pak Noa satu-satunya yang bisa bikin Kaiser jadi pihak bawah" Jawab Grim
"GUE MASIH NORMAL!!!" -Kaiser
"Itu nyatanya Lo dapet tanda-tanda hamil" -Kurona
"GUE MASIH SUKA SAMA 2 LOBANG YA!! BUKAN 1 LOBANG 1 BATANG!!" -Kaiser
"Apa iya?? Sini Coba gue goyangin~" -Isagi
"Atau gue aja??" -Ness
"Punya gue lebih sempit~" -Kurona
"OGAHH ANJING!! GUE GA MAU BELOK!!!" -kaiser
"Pfftt--" kau hanya terkekeh melihat kelakuan mereka
......
Di malam hari aku rebahan di ranjang sambil membaca Novel, Kaiser yang berubah selesai mandi tentu hanya memakai bawahan, Dan ia bertelanjang dada
Setiap kali ia bertelanjang dada aku selalu Tersenyum saat melihat tato mawar biru Kaiser, aku merasa itu adalah ciri khasnya
Ia mengalungkan handuk di lehernya lalu menghampiriku, Ia mengecup dari mata, Pipi, hidung, dan bibir, Aku membalas ciumannya saat di bibir
Setelah itu Kaiser mengusap perutku
"Wellcome... Michael's 2 Baby" Ucap Kaiser
"Ga sabar lihat wajah mereka..." Ucapku sambil ikut mengelus perutku
"Pasti kalau cewe... Cantik kayak mamanya, kalau cowo pasti ganteng kayak papanya" Ucap Kaiser, ia naik lalu tengkurap di selakanganku dan wajahnya mengelus-elus perutku
Aku mengelus kepala Kaiser, Lalu aku tersenyum "Ini semua karna kerja keras kita" Ucapku
"... Makasih..." Ucap Kaiser, Lalu ia naik dan rebahan di sampingku, ia menidurkanku lalu memelukku
Aku menghadap ke arah Kaiser, dan berhadapan dengan dada bidangnya yang hangat dan wangi
"Love You... Honey..." Ucap Kaiser, Ia mengelus-elus kepala belakangku
"Love You Too... Iser..." Jawabku, lalu aku memejamkan mata dalam pelukan hangat kaiser
Mendengarkan alunan suara detak jantung yang tenang, Aroma wangi khas tubuh Kaiser, dan juga kehangatan yang ada, Serta kenyamanan yang di berikan.
Dengan semua itu aku terlelap dalam sekejap.
