-oOo-
.
.
.
.
."Lu memang hoby banget ya mabuk?" Monolog pria itu sambil ngebopong tubuh kecil Yujin menuju rumah gadis itu sendiri, masuk kedalam sana untuk kedua kalinya
Yujin yang sudah kebanyakan minum itu cuma menggumam gak jelas seakan menyahut pertanyaannya barusan
Biasanya dia gak pernah melihat yujin semabuk ini, paling-paling mabuk pun dia bisa pulang sendiri. Tapi kini dia lagi yang harus mengantarkan gadis itu. Jake selaku teman satu kuliahnya justru gak peduli, dia malah melesat pulang membiarkan Yujin di basecamp miliknya dengan kesadaran yang sudah hilang 98%
Dia Jay
Yang mengantarkan Yujin sampai ke rumah sederhana milik Yujin. Dengan hati-hati Jay merebahkan tubuh Yujin di sofa. Lantas beranjak untuk pergi dari sana namun, kegiatannya terhenti karena seseorang menahannya. Tangan Yujin mencegahnya untuk bangkit
"Kenapa?" Tanya Jay
"Mana bocil ganteng tadi?"
"Bocil ganteng? Siapa?"
"Si brondong ganteng itu mana diaaa" cerocosnya gak jelas
Jay hanya mengernyitkan dahi bertanya-tanya "Lu mabuk parah Keknya. Mending lu tidur dah. Gue pergi ya"
"Engga-engga. Mau brondong ganteng itu" rengek yujin
"Gue gak tau siapa yang lu maksud sat, jangan ngerengek ke gue!" Balas Jay mulai kesal
"Jungwon" Yujin menyebutkan nama seseorang dengan nada pelan. Lalu tertidur dengan sendirinya. Memposisikan dirinya dengan nyaman di atas sofa
"Apa? Siapa?" Gak tuli sih, cuma Jay bingung siapa yang disebut oleh Yujin barusan. Siapa jungwon?
-oOo-
"Papa pulang, ingat pesan papa.. jangan pisah kamar atau kalian tau akibatnya" ancam woo shik yang sudah berdiri di samping pintu mobil
"Iya pa" jawab jungwon sekenanya, sedangkan Ruby memutar kedua bola matanya jengah
"Jungwon jaga dirimu dan Ruby baik-baik"
Jungwon mengangguk "Siap pa"
Setelah berpamitan woo shik langsung saja masuk kedalam mobil saat supir membukakan pintu mobil untuknya. Mobil yang di naiki oleh lelaki paruh baya itu melaju pelan meninggalkan kediaman jungwon dan ruby
"Pasti lo kan yang ngadu ke papa kalo gue ngumpul sama teman gue?" Tuduh ruby saat mobil sang ayah sudah gak terlihat lagi. Ia melirik jungwon sinis
"Apa?"
"Dasar tukang ngadu!"
"Gue gak ngadu!" Balas jungwon dengan kesal
"Terus kenapa bisa papa tau gue gak dirumah? Kalo bukan lo siapa lagi!? Ini rencana lo kan biar bisa satu kamar sama gue?? Ngaku aja deh"
"Sembarangan banget kakak nuduh gue gitu, gue aja gak tau kalo papa mertua ada dirumah. Gue pergi dari rumah dan 2 jam keliling kota cuma buat nyari lo tau gak kak"
Ruby berkacak pinggang "Terus gue peduli? Gak ya bocah"
"Dan gue sudah pernah bilang urusan gua ya gua, urusan lo ya elo. Gausah sok perhatian deh lo sama gue!"
"Lo tuh cuma bocah, gaada hak buat ngatur-ngatur hidup gua!!"
"Terakhir! Gue peringatin sama lo buat jaga batasan. Sampe kapan pun gue gak akan pernah nerima lo sebagai suami, jadi jangan berharap lebih!" Setelah mengungkapkan kemarahannya Ruby pergi dari hadapan jungwon meninggalkannya di luar

KAMU SEDANG MEMBACA
[ ✓ ] 𝑃𝐸𝑅𝐹𝐸𝐶𝑇 𝐻𝑈𝑆𝐵𝐴𝑁𝐷 ✦✧ 𝑌𝐴𝑁𝐺 𝐽𝑈𝑁𝐺𝑊𝑂𝑁
Fanfiction[ 𝐶𝑜𝑚𝑝𝑙𝑒𝑡𝑒 ✓𝐵𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖 ] 𝐺𝑎𝑑𝑖𝑠 𝑐𝑎𝑛𝑡𝑖𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑟𝑜𝑔𝑎𝑛𝑡 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝐶𝒉𝑜𝑖 𝑅𝑢𝑏𝑦 𝑡𝑒𝑟𝑝𝑎𝑘𝑠𝑎 𝒉𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑘𝑎𝒉𝑖 𝑠𝑒𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑜𝑐𝑎𝒉 𝑆𝑀𝐴. 𝐵𝑖𝑠𝑎𝑘𝑎𝒉 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑖𝑘𝑎𝒉𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑖...