Target 150 vote 30 koment!!! Di mohon kerja samanya untuk menghargai author 🙏 yg ngebaca hampir 1k tpi yg vote 100 lebih ga maruk cuma readers lain ngebaca doang setelah vote udh mencapai target mereka milih ga vote lagi😌
Capai target aku lanjut!!
Deskripsi aku udh kasih peringatan ya di setiap chapter jga ada jdi jgn smpe cerita ini di report aws aja😤
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Renjun memakai parfum dan kembali memakaikan foundation ke lehernya untuk menyembuhkan kissmark yang semakin bertambah. Kegiatan panas mereka berakhir satu jam yang lalu dan setelah Haechan pergi Renjun segera merapikan penampilannya dan tak lupa meminum pil pencegah kehamilan. Ya Renjun salah satu pria spesial karena mempunyai rahim. Dan entah kenapa Haechan selalu membuang sperma nya di dalam, dia seolah sengaja melakukan itu.
Ponsel Renjun bergetar dan nama Mark muncul di layar ponselnya. Renjun mengambil ponselnya lalu segera menjawab panggilan itu.
[Aku di depan.]
"Apa?"
[Hari ini ulang tahunmu. Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.]
"Ah..baiklah. Aku akan segera datang." Renjun bahkan tidak ingat dengan ulang tahunnya tapi Mark ingat.
Panggilan pun terputus, Renjun menyimpan ponselnya kedalam tasnya lalu dia kembali memakai parfum. Dia tidak ingin Mark sampai tau kalau dia baru saja melakukan seks.
Entah kebetulan atau kesialan, Renjun kembali melihat Haechan dan Ryujin. Kenapa mereka selalu bersama, sih? Renjun kan jadi kesal.
Renjun mengumpati Haechan di dalam hatinya. Haechan benar-benar berhasil menipu semua orang dengan penampilan cupunya.
Renjun tidak memperdulikan mereka lagi, dengan langkah lebar dia segera melangkah menuju tempat parkir. Dia mendengus kesal saat banyak perempuan yang menatap Mark dan secara terang-terangan memuji ketampanan Mark.
Hey.. Mark itu miliknya!
Renjun sangat kesal sekarang, kenapa Mark harus berpenampilan sekeren ini hanya untuk menjemput nya?
"Kenapa kau tidak menunggu di dalam mobil saja?"
"Memangnya kenapa?"
"Kau lihat, hampir semua perempuan menatap kearahmu."
Mark tersenyum lalu mengacak rambut Renjun membuat si mungil itu bertambah kesal.
"Kau cemburu?" tanya Mark dengan nada menggoda.
"Hah? Tidak mungkin!"
Mark semakin melebarkan senyumannya lalu memegang kedua pipi Renjun dan...