Target 150 vote 20 koment!!! Di mohon kerja samanya untuk menghargai author 🙏
Capai target aku lanjut!!
Deskripsi aku udh kasih peringatan ya di setiap chapter jga ada jdi jgn smpe cerita ini di report aws aja😤
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Renjun memperhatikan Mark yang sedang menyiapkan makanan yang baru saja dia beli itu ke atas meja. Sejak Mark kembali dari membeli makanan dia hanya diam dan tidak mau menatap Renjun.
Renjun yang sudah tidak tahan dengan keheningan ini langsung menghampiri Mark dan memeluknya dari belakang. Dia bisa merasakan tubuh Mark yang menegang saat di peluk. Renjun merasa saat ini mereka seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar, Renjun tau Mark marah dan tidak percaya soal Haechan yang ingin meminjam buku catatannya.
“Lepas dulu, aku sedang menyiapkan sarapan.”
“Tidak mau. Kau mengabaikan aku sejak tadi.”
“Renjun——”
“Aku tidak suka di abaikan olehmu.”
Mark menghela nafas lalu berbalik dan kini dia bertatapan dengan Renjun. Tangannya terangkat dan mengusap wajah Renjun dengan pelan dan lembut.
“Kemana saja kau semalam? Nomor mu tidak bisa di hubungi. Aku sangat khawatir, apalagi kau pulang bersama lelaki lain tadi.”
“Aku semalam pergi ke Club bersama dengan Jaemin dan Jeno, aku terlalu mabuk dan saat bangun aku sudah berada di rumah Haechan.”
“Apa?”
“Jangan marah dulu. Kami tidak melakukan apapun dan aku pun tidak dekat dengannya.”
“Lalu kenapa ada kissmark di lehermu?”
“Kau tau kan jika aku mabuk bagaimana. Semalam seseorang tiba-tiba mencium leherku dan Haechan datang menolongku. Karena dia tidak tau alamat apartemen ku jadi dia membawaku ke rumahnya. Dan sebagai tanda terimakasih dia meminjam buku catatanku, dia mahasiswa baru jadi dia ingin menyalin catatan milikku.” Renjun hanya berharap Mark percaya dengan semua ucapannya.
“Kau tidak berbohong?”
“Tidak Mark hyung.”
Mark membawa Renjun kedalam pelukannya.
“Jangan terlalu dekat dengannya.”
Renjun tidak menjawab, dia mempererat pelukannya pada Mark.
Partner seks? Ya hubungan mereka hanya sebatas itu. Tapi sekarang Renjun merasa semakin nyaman berada di dekat Mark dan Renjun menginginkan lebih. Dia menginginkan Mark menjadi miliknya.
Katakan Renjun serakah, tapi cinta bisa datang kapan saja kan?
Selesai sarapan, Mark mengajak Renjun menonton film bersama. Sebenarnya Haechan tidak tau film apa ini, tapi kata temannya ini film bagus.