Target 150 vote 20 koment!!! Di mohon kerja samanya untuk menghargai author 🙏
Capai target aku lanjut!!
Deskripsi aku udh kasih peringatan ya di setiap chapter jga ada jdi jgn smpe cerita ini di report aws aja😤
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Renjun mulai merasa ketakutan sekarang. Saat ini keadaannya sedang tidak dalam keadaan baik.
Biar saya jelaskan!
Kedua tangan Renjun di borgol dan di letakkan di atas kepalanya, kedua kakinya di ikat dalam keadaan mengangkang dan matanya di tutup. Renjun juga tidak memakai sehelai benang pun. Dia full naked.
Renjun tau Haechan itu memang sedikit gila tapi dia tidak pernah menyangka ternyata Haechan itu psychopath. Mana ada manusia normal yang berani melakukan hal ini pada seseorang? Mungkin hanya Haechan.
Sementara itu Haechan juga sudah melepas seluruh pakaiannya, lalu naik keatas ranjang dan memposisikan kepalanya di depan junior Renjun.
Dia menelan ludahnya dalam jumlah yang banyak saat melihat betapa pemandangan di depannya saat ini.
“Ha–haechan? Lepaskan aku!”
Haechan terkekeh sinis, dia tidak membalas ucapan Renjun dan lebih memilih mendekatkan wajahnya kearah junior Renjun yang begitu menggoda sejak tadi.
“Unghhh...uhnmmm....” Renjun mendesah saat merasakan lidah Haechan mulai menjilati penisnya.
Haechan menjilat penis Renjun dengan penuh nafsu dan tangannya pun tidak tinggal diam, dia gunakan salah satu tangannya memainkan puting pink Renjun yang sudah menegang.
“Aaahhhh....ssshhhh....Haechanhh...ahhh..”
“Uhnmmm....unghhh....”
Haechan mempercepat kuluman nya saat mendengar suara Renjun yang terdengar begitu seksi dan menggoda.
“ssshhh....aaahhh....”
Tubuh Renjun mulai bergerak tidak nyaman merasakan sensasi yang Haechan berikan, dia akan sampai pada puncaknya tapi Haechan langsung menghentikan aktivitas nya membuat Renjun sedikit kecewa.
“Malam ini kau tidak boleh keluar sebelum aku, babe. Aku akan menghukum mu jika kau keluar tanpa menunggu ku.”
“Jangan menyiksa ku seperti ini, Haechan.”
“Ini hukuman untuk jalang kecil sepertimu.”
Haechan menindih tubuh Renjun, menahan tengkuk Renjun lalu melumat bibir Renjun dengan kasar dan penuh nafsu. karena Renjun tak kunjung membuka mulutnya, Haechan menggigitnya dengan keras membuat Renjun kesakitan.