Target 150 vote 20 koment!!! Di mohon kerja samanya untuk menghargai author 🙏
Capai target aku lanjut!!
Deskripsi aku udh kasih peringatan ya di setiap chapter jga ada jdi jgn smpe cerita ini di report aws aja😤
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Ini kunci mobilmu dan mobilmu terparkir di halaman rumahku, aku menyuruh membawa mobilmu kesini.” ucap Haechan setelah mereka selesai makan.
Renjun menerima kunci mobilnya. “Aku pikir kita akan berangkat bersama.”
“Aku mau menjemput Ryujin.”
“Oh.”
Renjun mengikuti langkah Haechan dan kini mereka sudah tiba di halaman rumah Haechan yang sangat luas.
“Kau ganti mobil?” tanya Renjun Setelah Haechan menyuruh pekerja di rumahnya mengeluarkan mobil dari parkiran.
Haechan mengangguk.
“Kenapa?”
Haechan menoleh dan menatap Renjun sambil tersenyum mengejek. “Mobil yang selalu aku gunakan sudah kotor dan aku tidak mungkin menjemput Ryujin dengan mobil itu.”
“Maksudmu?”
“Kau lupa? Sudah dua kali kau dan aku berhubungan seks di mobil itu dan——”
“Bajingan!!”
Renjun sangat marah, meskipun yang di katakan Haechan memang benar tapi entah kenapa hati Renjun terasa sakit. Seolah Haechan menganggap Ryujin adalah perempuan suci dan dia hanyalah sampah.
“Kau marah? Bukankah yang aku katakan benar?”
“Iya, kau benar. Ryujin mu itu memang perempuan suci dan aku hanyalah jalang yang menggodamu. Aku tau!! Meskipun kau tidak mengatakannya, aku tau dan aku sadar diri!”
Haechan langsung terdiam. Dia salah bicara? Dia hanya mengatakan yang sejujurnya, jadi tidak ada yang salah kan?
“Terimakasih karena kau sudah memberiku makan dan untuk ponsel ku yang sudah kau rusak, kau tidak perlu menggantinya lagi. Anggap saja tidak ada yang pernah terjadi antara kau dan aku.”
Renjun langsung masuk kedalam mobilnya lalu menghidupkan mesin mobilnya dan menyetirnya dengan kecepatan tinggi.
Renjun sangat kesal dan marah, lagi-lagi dia di banding-bandingkan dengan Ryujin.
Sementara itu Haechan hanya bisa mengacak rambutnya dengan kasar. Tidak seharusnya dia berkata seperti itu pada Renjun.
Haechan langsung masuk ke mobilnya lalu mengikuti mobil Renjun yang sudah sangat jauh. Haechan mengambil ponselnya lalu mengirimkan pesan suara pada Ryujin bahwa dia tidak bisa menjemputnya hari ini.