Deskripsi aku udh kasih peringatan ya di setiap chapter jga ada jdi jgn smpe cerita ini di report aws aja😤 .. .. .. ..
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
—
Renjun pov—
Aku meletakkan setangkai mawar putih di depan foto Jaehyun untuk memberi penghormatan terakhir untuk nya, aku tidak menyangka semalam ada pertemuan terakhir kami.
“Beristirahat lah dalam damai, Jae. Aku sudah memaafkan semua kesalahan mu.” ucapku pelan sambil menatap foto nya.
“Aku pergi, ya? Aku harap kau selalu bahagia di alam sana.”
Aku melangkahkan kakiku keluar dari ruangan itu, tak lupa aku berpamitan pada orang tuanya. Ibunya meminta maaf padaku atas apa yang sudah dia lakukan di masa lalu, aku memaafkan nya karena aku memang tidak pernah menyimpan dendam padanya. Aku marah pada Jaehyun bukan pada Ibunya.
Setelah berpamitan aku melangkahkan kakiku keluar menuju tempat parkir. Aku datang kesini dengan Haechan, tapi bajingan yang sialnya sangat tampan itu tidak mau turun dari mobil. Katanya dia akan menunggu di mobil, mungkin dia masih kesal dengan kejadian semalam. Aku mencoba memaklumi nya meskipun sedikit kesal.
“Kenapa mobilnya di parkir sangat jauh.” omel ku saat menyadari mobil Haechan terparkir sangat jauh.
Aku mengambil ponsel dari dalam tas ku untuk menelpon Haechan, karena terlalu serius dengan ponsel ku aku sampai tidak menyadari ada orang di depan ku dan aku pun tidak sengaja menabraknya.
“Maafkan aku, aku tidak sengaja.” ucap ku lalu menatap orang di depan ku.
Aku terdiam beberapa saat, aku seperti mengenal lelaki yang tidak sengaja aku tabrak tadi.
“Kau baik-baik saja?” tanyaku dan orang itu hanya mengangguk lalu tanpa mengatakan apapun dia langsung pergi.
Aku menatap kepergiannya, dia mirip dengan Mark. Hanya mirip, di dunia ini kan ada beberapa orang yang terlihat mirip. Lagian Mark juga sudah pergi ke luar negeri, jadi dia tidak mungkin tiba-tiba muncul di depan ku dan tidak mengenali ku.
Kalian pasti tau kan, aku dan Mark itu sedekat apa. Hah, sudahlah!! Kenapa aku jadi membahas masa lalu?
Lebih baik aku langsung ke mobil karena hari ini Haechan mau mengajakku makan malam di rumah orang tuanya.
Aku sebenarnya takut, Ibunya mungkin akan mengusir ku atau mungkin menghina ku. Ibunya kan sudah tau soal aku, aku takut tapi aku tidak bisa melepaskan Haechan.