Renjun meletakkan sendok nya setelah memakan beberapa suap membuat Haechan bingung. Apa makanannya tidak enak? Tapi itu tidak mungkin, Haechan memesan makanan ini dari restoran favorit Ibunya jadi makanannya pasti enak.
"Aku tidak ingin makan lagi." ucap Renjun setelah meminum air.
"Kenapa? Kau baru makan tiga sendok, apa makanannya tidak enak?" tanya Haechan.
Renjun menggeleng lalu menatap Haechan dengan wajah cemberut nya.
"Tidak ingin ini." rengek Renjun dengan suara manja nya.
Haechan yang melihat Renjun bersikap manja seperti ini ingin melompat dari lantai paling atas apartemen ini, karena sumpah demi apapun Renjun-Nya ini sangat-sangat menggemaskan.
"Mau makan apa?" tanya Haechan sambil mengelus kepala Renjun dengan lembut.
"Mau makan hot pot, tapi kau yang masak. Boleh?" ucap Renjun masih dengan suara manjanya, oh jangan lupakan tatapannya yang begitu polos.
Haechan menelan ludahnya dalam jumlah yang banyak, dia mengumpat dirinya sendiri karena bisa-bisanya penisnya menegang hanya karena Renjun bersikap manja.
"Haechan."
"H-hah?"
"Ayolah, aku sangat lapar."
"Ah, baiklah. Tunggu sebentar, aku akan segera memasaknya."
Renjun mengangguk dan menatap Haechan yang sudah berjalan kearah dapur untuk memasak hot pot, entah kenapa malam ini dia sangat senang melihat Haechan. Bukan karena Haechan terlihat tampan malam ini karena Haechan memang setiap hari terlihat tampan, tapi saat melihat Haechan perasaannya membaik dan nyaman. Apa mungkin dia mulai menerima kehadiran Haechan?
"Sepertinya aku memang mulai gila. Baru beberapa hari tapi aku sudah menerima kehadirannya dan langsung melupakan Mark begitu saja?" gumam Renjun.
Setelah di pikir-pikir lagi, yang Renjun rasakan pada Mark itu bukan perasaan cinta tapi karena dia dan Mark memang terbiasa bersama. Jika Renjun memang mencintai Mark tidak mungkin kan dia melupakan Mark begitu saja?

Setelah sepuluh menit Haechan sudah selesai memasak hot pot kesukaan Renjun. Dia membawa semangkuk hot pot dan meletakkan nya di atas meja di depan Renjun.
"Habiskan, aku memasaknya penuh cinta." ucap Haechan sambil mengelus kepala Renjun.
Renjun hanya tersenyum lalu mulai memakan hot pot itu dengan lahap, melihat itu Haechan tersenyum bahagia. Malam ini adalah malam paling indah baginya, karena untuk pertama kalinya Renjun bersikap manja padanya.
Butuh waktu lima menit sampai Renjun menghabiskan hot pot itu dan selama itu juga Haechan tidak mengalihkan pandangannya kearah lain, baginya menatap Renjun adalah hal yang indah.
"Aku tau aku tampan, tapi kau tidak perlu menatapku seperti itu." sahut Renjun setelah meminum air.
"Tampan apanya, kau malah terlihat sexy."
Renjun hampir saja tersedak mendengar ucapan Haechan. Bagaimana bisa Haechan mengatakan kalimat itu dengan santainya?
"Terserahmu saja. Ini sudah malam sebaiknya kau pulang."
KAMU SEDANG MEMBACA
FAKE NERD|| Hyuckren
Fiksi RemajaREMAKE STORY WARNING🔞++ HARAP BIJAK DALAM MEMILIH CERITA♂️ #HYUCKREN
