Deskripsi aku udh kasih peringatan ya di setiap chapter jga ada jdi jgn smpe cerita ini di report aws aja😤
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Renjun sudah bersiap di atas motornya dan Jisung pun sama, orang-orang juga mulai berkumpul. Namun seseorang tiba-tiba saja datang menghampiri Renjun dan mengangkat tubuh mungil Renjun turun dari atas motornya.
“Kau——Hyung?”
Yah orang itu adalah Mark! Renjun meringis dalam hatinya melihat kehadiran Mark dan jangan lupakan tatapannya yang begitu mengintimidasi.
“Kenapa Hyung di sini?” tanya Renjun. Namun bukannya menjawab Mark justru menarik tengkuk Renjun lalu mempertemukan bibir mereka.
Semua orang yang ada di situ terkejut melihat itu. Mark bukan hanya mencium tapi dia juga melumat dan menghisap bibir Renjun.
Mark menjauhkan wajahnya dan menghapus sisa saliva yang tertinggal di bibir Renjun.
“Berhenti bermain-main, babe. Kau tau, sejak awal kau menerima tawaranku untuk menjadi partner seks ku dan sejak saat itu juga kau sudah jadi milikku.”
Mark tidak memberikan Renjun kesempatan untuk berbicara karena dia sudah langsung menaiki motor Renjun dan menatap Jisung.
“Bocah, bertanding lah denganku. Aku sudah berbaik hati membiarkan mu mencium milikku jadi aku tidak akan memberimu kesempatan untuk tidur dengannya.”
Jisung hanya memutar bola matanya dengan malas.
“Tidak perlu banyak bicara paman, sebaiknya kita mulai saja.”
“Kau memanggil ku apa?”
“Paman. Kenapa? Kau memanggilku bocah, itu berarti kau seorang paman kan?”
“Bocah sialan!”
Renjun langsung menahan Mark yang akan turun dari motornya untuk memukul Jisung.
“Ayo mulai saja.”
Mark mengangguk, sebelum bersiap di garis star dia menyempatkan untuk mengelus kepala Renjun dengan lembut.
Renjun segera menjauh dan berdiri di samping Jaemin dan Jeno.
Balap pun di mulai, awalnya Jisung memimpin permainan namun kini Mark lah yang memimpin.
“Siapa yang menghubungi Mark? Kenapa dia bisa di sini?” tanya Renjun menatap kedua sahabatnya secara bergantian.
“Aku yang menghubinginya.” sahut Hyunjin yang kini sudah berjalan kearah mereka.
“Kenapa? Kau sendiri yang——”
“Park Jisung, dia sudah punya kekasih dan kekasihnya adalah Huang Chenle. Adikmu.”
“Apa?”
Renjun memang tidak menyembunyikan identitas keluarganya pada ketiga sahabatnya ini. Jadi jangan heran kenapa Hyunjin bisa tau soal Chenle.