Target 150 vote 20 koment!!! Di mohon kerja samanya untuk menghargai author 🙏
Capai target aku lanjut!!
Deskripsi aku udh kasih peringatan ya di setiap chapter jga ada jdi jgn smpe cerita ini di report aws aja😤
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Haechan tau Renjun itu bar-bar dan sedikit gila tapi Renjun versi mabuk lebih gila. Sejak Haechan menjemputnya di club tadi Renjun suka sekali menyentuh dirinya sendiri, bahkan kini dia sudah melepas baju nya dan membuangnya asal.
Haechan kuat kok!
Renjun juga mengeluarkan suara desahan yang membuat Haechan tidak fokus menyetir.
Seandainya saja Haechan tidak datang tadi mungkin Sungchan sudah meniduri Renjun.
Jika kalian bertanya kenapa Haechan bisa berada di club? Ya..Haechan tadi ingin mengunjungi Renjun ke apartemennya tapi Renjun sudah menaiki mobilnya dan Haechan mengikutinya. Haechan pun tidak mengerti kenapa dia seperti ini, tiba-tiba saja dia ingin bertemu Renjun.
“Sshhh...daddy..ahhh...”
Haechan menoleh mendengar suara desahan Renjun semakin menjadi, Haechan tidak ingin menjelaskan apa yang sedang Renjun lakukan.
Sial! Dia tidak tahan!
Haechan menghentikan mobilnya lalu membuka resleting celananya dan mengeluarkan penisnya yang sudah tegang.
“Wow...sangat..besar.. Bisakah aku mengulumnya?”
Haechan tidak menjawab, dia menarik Renjun hingga terduduk di depannya.
“Hisap dengan cepat, kita sedang di jalan raya.”
Yang Haechan katakan benar, mobilnya berhenti bukan di tempat sunyi. Dia memarkirkan mobilnya di tempat ramai. Tapi tenang saja kaca mobilnya gelap jadi tidak akan ada yang tau.
“sshhh...mmm...”
Tubuh Haechan seperti tersengat listrik saat lidah Renjun mulai menjilati ujung penisnya.
“Cepat masukkan. Ahhhh....hnmm...”
Renjun memasukkan penis Haechan di dalam mulutnya, meskipun tidak masuk semua tapi rasanya tetap sangat nikmat.
Haechan meremat rambut Renjun saat Renjun mempercepat kulumannya. Saat merasa akan keluar Haechan langsung mengeluarkan penisnya dari dalam mulut Renjun.
“Cukup. Kita langsung pada intinya saja.”
Renjun hanya mengangguk, harus kalian ingat bahwa saat ini Renjun sedang mabuk dan yang dia lakukan sekarang di bawah pengaruh alkohol.