Epilog

15.7K 810 97
                                        

Warning🔞

Siapin mental dan tisu!!!
..
..
..

Siapin mental dan tisu!!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

..
..
..

B

aru beberapa langkah Renjun langsung berbalik dan berlari kearah Haechan yang sedang menangis. Renjun langsung memeluk Haechan membuat Haechan terkejut, tapi saat tau Renjun lah yang memeluknya membuat nya langsung membalas pelukan itu tak kalah erat. Mereka menangis bersama seolah mengatakan bahwa keduanya tidak bisa hidup jika tidak bersama. Renjun berharap dengan kesempatan yang dia berikan pada Haechan ini bisa membuat hubungan mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Haechan melepas pelukannya lalu mengusap wajah Renjun dengan lembut, lalu dia menarik tengkuk Renjun dan mendaratkan bibirnya di atas bibir Renjun. Dia melumat bibir Renjun dengan sangat lembut, menyalurkan semua rasa rindunya lewat ciuman itu.

Hujan tiba-tiba turun pagi itu membuat Haechan langsung menyudahi ciumannya, dia menatap Renjun yang sedang tersenyum padanya lalu sesaat kemudian keduanya tertawa. Ini lucu! Tadi mereka hampir berpisah tapi sekarang mereka justru berciuman di tengah-tengah makam yang banyak dan di bawah hujan pula.

“Ayo pulang.”

Haechan membantu Renjun berdiri.

“Tidak mau pulang.”

“Hujan sayang dan ini bukan tempat yang romantis untuk berkencan.”

“Bagaimana kalau kita ke apartemen mu? Aku mau makan ramyeon.” ucap Renjun membuat Haechan tersenyum.

Ramyeon di pagi hari? Sepertinya bukan ide yang buruk.

Sesampainya di apartemen, Renjun dan Haechan langsung mandi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sesampainya di apartemen, Renjun dan Haechan langsung mandi. Haechan selesai lebih dulu lalu segera memasak ramyeon untuk mereka makan nanti.

Sedangkan Renjun kebingungan, dia tidak membawa baju dan dalamannya pun basah. Tidak mungkin kan dia memakai baju Haechan tanpa memakai dalaman? Tapi sepertinya tidak apa-apa  kan? Haechan sudah melihat semuanya jadi Renjun tidak perlu malu lagi.

Renjun membuka pintu lemari Haechan, dia terkejut melihat semua T-shirt Haechan semua berwarna putih. Ini akan sangat bahagia jika dia memakainya tanpa dalaman, bukan apa-apa hanya saja dia takut akan membangunkan singa yang sedang tertidur apalagi mereka sudah lama tidak melakukannya.

Renjun pun terpaksa mengambil salah satu t-shirt Haechan lalu memakainya, ini tidak terlalu parah karena t-shirt nya menutupi sebagian pahanya tapi puting nya tercetak sangat jelas.

“Semoga saja Haechan tidak memangsa ku pagi ini.” guman Renjun.

Setelah itu dia keluar dari kamarnya lalu menghampiri Haechan yang sedang memasak ramyeon.

Haechan hampir saja menjatuhkan dua bungkus ramyeon yang ada di tangannya saat melihat penampilan Renjun saat ini. Renjun hanya memakai t-shirt tanpa celana, rambutnya yang sedikit berantakan, bibirnya yang berwarna pink dan Haechan yakin saat ini Renjun tidak memakai apapun di balik t-shirt itu.

“Kenapa kau diam? Sini biar aku saja yang memasaknya.”

Renjun mengambil alih ramyeon di tangan Haechan. Dia tidak menyadari saat ini Haechan sedang menatapnya dengan tatapan lapar.

Sial! Haechan mengumpat, bisa-bisanya dia ereksi hanya karena melihat Renjun berpenampilan seperti ini.

“Haec——ahhh...”

Renjun tidak dapat menahan desahannya saat Haechan tiba-tiba saja mengelus pahanya dan lidahnya mulai bermain-main di leher Renjun.

Ssshhh... Tungguhhh...uhhh...”

Haechan semakin tidak bisa mengendalikan nafsunya mendengar desahan Renjun.

Dia menarik Renjun hingga menghadapnya, lalu mengangkat tubuh Renjun keatas meja makan. Dia bahkan tidak memperdulikan kompor yang sedang menyala.

Dia membawa Renjun kedalam ciumannya, melumatnya dengan lembut, memainkan lidahnya di dalam mulut Renjun. Tangannya pun tak tinggal diam, tangannya masuk kedalam t-shirt Renjun lalu mulai menyentuh puting Renjun.

Ahhh...ssshhh...ohhh...Chan..uhhhmm...”

“Ahhhh....ssshhh...hhhmmm...”

Ciuman Haechan turun ke leher Renjun, menjilatnya dan mengulum telinga Renjun membuat Renjun semakin tidak bisa menahan desahannya apalagi saat ini tangan Haechan tidak bisa diam.

Shhh.. Tungguhhh...uhmmm...ramyeon nya.”

Renjun berhasil mendorong Haechan, lalu segera berlari kearah dapur. Untung saja ramyeon nya tidak hangus, jika dia sampai melupakan ramyeon ini mungkin apartemen ini akan terbakar.

“Sayang..”

Renjun menoleh dan langsung mengalihkan pandangannya kearah lain, bagaimana bisa Haechan datang tanpa memakai celana? Bahkan junior Haechan sudah berdiri dengan tegak.

“Aku——”

“Kau memasak saja, aku akan bermain dengan pelan.”

WHATT?!

Memasak sambil bercinta? Ini gila! Bagaimana Renjun bisa fokus?

“Ahhhhhh!!”

Renjun terkejut saat Haechan tiba-tiba saja memasukkan Juniornya kedalam lubangnya.

“Aku sudah tidak tahan, ahhhhh...shhhh... Kau sanga sempit....ahhhh...”

Sepertinya pagi ini akan menjadi pagi yang panas meskipun di luar sedang hujan.

Hai yeorobun aku mau ngucapin trimaksih atas kerja sama kalian slma story ini berlangsung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hai yeorobun aku mau ngucapin trimaksih atas kerja sama kalian slma story ini berlangsung...

Akhirnya Remake story dari CapricornPark ini selesai ya bagi kalian yg pengen baca versi aslinya bisa ke akun kak ella🤗

Udh puaskan? Aku pasti bakalan kangen banget sama readers di book ini🥹

Jgn kangen ya byebye🤸🫶🤗🙇‍♀️🫡

End: 15 juli 2023
Credits: CapricornPark

FAKE NERD|| Hyuckren Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang