warn! mentions violence, bad words, off-the-cuff action, etc.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
jisung melakukan kesalahan besar.
dengan menuduh seungmin tanpa bukti hari itu, rupanya berbuntut panjang. konsentrasinya benar-benar pecah, lebih parah dari ketika ia kelepasan mencium seungmin kapan lalu.
segala penjelasan yang guru sampaikan tak satupun diterima otaknya, semua hanya masuk lalu keluar tanpa singgah. mencoba menelaah materi sendiri pun, huruf-huruf di bukunya mendadak kabur.
bahkan dengan les private dilanjut belajar sendiri hingga tengah malam sampai menghabiskan seperempat kotak tisu untuk menyumpal lubang hidungnya dan bergelas-gelas kopi agar tetap terjaga, tak berarti apa-apa.
jisung nyaris gila.
ditambah seminggu ini ia melalui dua ulangan harian. sialnya, dua-duanya terjadi secara mendadak. jisung benar-benar tak siap, kepalanya masih dipenuhi seungmin yang semakin tak nampak batang hidungnya.
pemuda itu benar-benar seperti lenyap dari penglihatannya. hanya di penglihatannya, sebab jisung pernah beberapa kali iseng bertandang ke kelas seungmin.
menanyakan presensinya pada teman sekelasnya yang dijawab jika pemuda kim itu memang akhir-akhir ini sering menghabiskan waktu di luar kelas. tapi tak tahu kemana.
benar-benar membuat kepalanya nyaris meledak.
alhasil, begitu kertas ulangannya dibagikan dan tertera angka delapan puluh di pojok kanan atas, jisung tak dapat menahan degup keras dalam dadanya. ia nyaris tersedak.
bagaimana raut wajah yuri nanti ketika melihat angka ini? mungkin jisung harus siap-siap dihabisi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"dasar anak gak berguna! gak tau diuntung kamu, jisung!"
jisung tertawa hampa. mengingat-ingat apa yang baru saja yuri lakukan padanya.
setelah ia menyelinap masuk ke rumah dan mencoba menyembunyikan kertas ulangannya dalam tas, yuri tiba-tiba datang ke hadapannya dengan tangan terjulur ke depan.