Ren dinobatkan sebagai dewa disekolah. Melihatnya seperti itu membuat Laia merasa hidup didunia yang berbeda, tapi semua orang berhak menyukai siapapun didunia ini. sama seperti Laia yang tidak bisa mengatur pada siapa hatinya akan berlabuh
Setelah...
Zeera bertos bersama Laia lalu mereka tertawa setelah nya
"Lora Lo jemput gue ya" pinta alora karena hanya alora dan clarice saja disini yang sudah diperbolehkan membawa mobil oleh orangtuanya
"Tapi inget lo harus udah siap kalau kalau gue kesana, gue ogah kalau harus nungguin acara dandan Lo yang lamanya melebihi upacara hari Senin" peringat alora pada azura
"Siap, makasih cintaquu"
"Lo juga ikut kan Cla?" Lanjut zeera bertanya kepada clarice
"Gak Sudi!"
Alora sedikit terpancing mendengar itu "Yaudah bagus kalau gitu, kita gak bakalan paksa orang yang gak mau"
"Cla maafin gue ya, gue janji bakal jauhin Hell angels kalau lo mau Dateng" ucap Laia pada clarice
Dia benar-benar ingin berbaikan dengan clarice, masalah bundanya dia sudah memaafkan cewek itu tanpa diminta dan sekarang ia juga akan menjauhi Ren dan teman-temannya jika perlu
"Laia jangan ngemis!" Marah alora
"Ra kita temenan" ucap Laia pada alora
"Gak ada temen yang kayak gini Laia Lo sadar gak sih kita tuh cuman dijadiin babu sama clarice"
Clarice menatap sinis alora "gue gak ada masalah sama lo sebelumnya"
"Sorry cla, gue nya yang baru sadar kalau hubungan pertemanan kita yang bermasalah, mulai sekarang gue sama Laia berhenti jadi temen Lo"
Laia menatap alora tidak percaya "Ra.."
"Zeera lo masih bisa main sama kita kalaupun mau sama clarice" ucap alora tidak menghiraukan Laia
"Enggak!" Pekik zeera
Gadis itu berlari ke samping Laia "gue mau sama kalian"
Dada clarice naik turun karena emosi dia menatap nyalang ketiga mantan sahabatnya itu
"Sialan Lo semua berani sama gue hah?!"
"Berani! Sekarang gak ada alesan lagi buat kita takut sama Lo" jawab alora