"Eugh, embh... Ouh..." Suaraku meracau keenakan. "Ndra, eugh... Aahh..."
"Keluar sama-sama ya Be..."
"Nggh, ouh ouh..." Dia semakin cepat, cepat dan cepat bermain diatasku. Keringat sudah membasahi tempat tidur kami.
"Lo pake kan?" Dia menggeleng. "Ndra, embh..." Dan dia langsung menarik tubuhnya diatasku.
"Aahh..." Ucapnya sambil menjatuhkan tubuh disampingku. Terdengar deru nafasnya yang ngos-ngosan dan lenguhan panjangnya.
"Huh huh huh, cukup Ndra... Udah..." Ucapku. "Gue udah gak sanggup, cape..." Aku masih berusaha mengatur nafasku.
"Ini sih bener-bener enak Be, gila..." Ucapnya. "Lo masih perawatan obat itu?" Tanya nya.
"Masih." Sahutku ngos-ngosan.
"Pantes, nikmat." Ucapnya. "Be tolong tissu disebelah lo."
"Jorok ih, ke kamar mandi sana."
"Iya, tissu nya siniin dulu." Dia masih meminta tissu padaku. "Ini dibersihin dulu baru gue ke kamar mandi." Aku langsung memberikan tissu padanya dan dia langsung berlari menuju kamar mandi.
Tidak membenarkan untuk menjalani hubungan seperti kami, tapi inilah realita hidup. Aku dan dia sudah lebih dari nyaman. Sudah lebih dari apapun satu sama lain.
Bahkan untuk memulai hubungan dengan orang baru, sudah tidak ada waktu. Tapi kami pun melakukan ini tidak setiap waktu atau setiap hari. Jika memang sedang ingin dan butuh, itupun masih harus dengan berbagai syarat yang aku berikan.
"Fokus fokus, jangan ngelamun." Ucap seseorang membuyarkan lamunanku.
"Eh Daf..."
"Jangan keseringan ngelamun." Aku mengulum senyum. "Mau gue buatin kopi?" Tanya Daffi.
"Enggak, makasi." Jawabku. "Andra belum balik ya?"
"Kayaknya tadi gue lihat dia diruangannya Pak Made deh." Sebulan sudah kami bertiga pindah tugas ke Bali, kantor baru dan suasana yang baru. Pastinya kenal dengan orang baru dan lingkungan baru juga.
Dan yang lebih surprise, Daffi. Partner yang awalnya ngeselin dan menyebalkan itu, akhirnya bisa welcome dan baik juga.
Bali, tempat tinggal impian semua orang. Banyak tempat indah yang bisa dikunjungi setelah seharian penat dengan pekerjaan dikantor. Dan impian semua orang bisa tinggal disini.
"Bel, saya minta review untuk proyek PT Alaska ya."
"Bukannya PT Alaska dipegang sama Andra ya Bu?" Dia pun datang memasuki ruangan. "Ndra, Bu Dayu nanyain PT Alaska."
"Bisa saya minta laporan review nya?" Tanya Bu Dayu.
"Bisa Bu..."
"Saya tunggu diruangan saya ya..." Dia mengangguk, Bu Dayu pun berlalu meninggalkan ruangan kami.
"Daf, gambar produk yang diminta PT Fontana udah selesai?"
"Udah udah, gue send email ke lo ya."
"Oke..." Sahutnya sambil menghela nafas, aku menghampiri mejanya.
"Sibuk banget ya?" Tapi dia malah memelukku. "Eh eh..." Daffi langsung melihat kearah kami.
"Bentar Be, lo diem aja kayak gini." Ucapnya, dia menghela nafas panjang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Teman Rasa ... (?)
Romance"Temenan sama lo dari jaman SMP gini-gini aja ya..." "Lo berharap gue berubah gimana sih Be?" Tanya nya. "Ya lo punya pacar kek, temen deket kek, sahabat, TTm kek, apa gitu. Lo gak bosen ngintilin gue terus?" Tanyaku sambil menatap kearahnya, dia me...
