✧・゚: *✧・゚:*
Jangan lupa votmen!
END
--------------------------------------------
Mereka berseru kemenangan setelah berhasil menghabisi para pemberontak beban negara yang tampak itu. Kebahagiaan menyelimuti mereka namun hal itu tak berselang lama saat...
BOOM!
Tanah bergetar setelah ledakan maha dahsyat itu. Mereka menoleh kearah sumber ledakan. Sagara yang merasa senang sebelumnya memucat.
"Tidak.. Tidak tidak.. Tidak lagi! Neta!" teriaknya, ia sangat yakin Neta nya ada di sana.
Ia terduduk lemas kenapa ia melupakan hal sepenting ini? Dan lagi apa Neta melupakan janjinya akan menghabiskan waktu bersama setelah ini berlalu? Tidak! Neta nya pasti selamat Neta nya orang yang kuat.
Bukan hanya Sagara semua orang juga merasakan dampak ledakan itu namun tak tahu apa yang terjadi, apa ada penyerangan lagi?.
Di sana asal ledakan nampak asap yang mengepul ke langit di tengah tengah hutan yang tak jauh dari tempat mereka.
Sagara dengan tergesa dengan pikiran berkecamuk melakukan mobilnya ke tempat ledakan bersumber. Sedangkan di pengungsian Tris yang mendengar ledakan itu tak bisa tak memiliki firasat buruk. Hatinya berdetak tak karuan.
Begitu pun dengan Zavier yang kini melakukan mobilnya. Setelah ia berhasil keluar ia bahkan orang kesetanan melakukan mobilnya hingga merasakan sebuah ledakan yang sangat besar itu firasatnya semakin buruk pikirannya tertuju pada Nia.
Sampai di tempat kejadian Zavier berjalan dengan sempoyongan bagai tak memiliki tenaga melihat bangunan yang telah hancur lebur itu, hari nya mengatakan Nia nya ada di sana. Hatinya berdenyut sakit saat mendapati orang yang di kenalnya juga menangis meraung di depan puning puing bangunan yang hancur itu.
Sosok itu terduduk lemas saat ia merasakan kehadiran orang lain di belakangnya ia menoleh mendapati sangat anak yang berjalan mendekat dengan sempoyongan bak tak memiliki tenaga.
"Zavier.. "
"Daddy... Nia.. Nia, baik baik saja kan? Dia tak akan meninggalkan saya seorang diri kan?" Sagara yang melihat anaknya bagai tak memiliki jiwa menatap kosong pung puing bangunan di depannya.
Ia tak menjawab lidahnya terasa keluh untuk berbicara. Ia tak bisa menentang hal itu ia pun tak sanggup berujar membenarkan. Ia rengkuh nya sangat anak yang mulai menangis histeris.
"Lepas kan saya.. Hiks Nia di dalam sana menunggu saya hiks... Lepas!" ia meraung sedangkan Sagara menangis dalam diam mengeratkan pelukannya hingga sangat anak terasa lemas di pelukannya, ia pingsan.
Dengan tergesa Sagara bangkit untuk membawa anak nya kerumah sakit. Dalam hari ia berdoa untuk anaknya, ia tak akan sanggup jika kembali kehilangan cukup Neta yang pergi jangan anak nya lagi, orang satu satunya yang ia miliki.
Sagara melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sesekali ia menoleh menatap sang anak yang ia dudukan di samping kemudi berusaha memanggilnya agar sadar namun tak ada tanggapan.
"Dokter bantu anak saya.. Dokter! suster!" Sagara berteriak bak orang kesetanan hingga datanglah suster dengan ranjang pesakit dan segera membawa ke ruang UGD.
....
Johan tak bisa menahan dirinya untuk tak sadarkan diri. Untuk kedua kalinya ia harus mendapat kabar tentang sang bunda yang lagi lagi meninggalkannya. Fany tak jauh berbeda dengannya biar bagaimana pun wanita lembut itu sangat menyayangi Nia baik sebagai mertua maupun seorang anak.
Jenderal terdiam dengan pandangan kosong, Cleo dan Jienan menangis sejadi jadinya saat mengetahui kabar itu. Edward salah satu sahabat Neta pun turut dalam kesedihan karna kembali kehilangan sosok adik yang selalu ia jaga.
Geng Lion, DG dan Phoenix sama halnya, mereka menangis merasa kehilangan sosok Nia setelah hal ini di konfirmasi langsung bahwa salah satu korban insiden ini adalah Nia gadis manih degan segala tingkah nya itu.
Latifa dilarikan kerumah sakit karna tak sadarkan diri begitu pula dengan Tasya sedangkan Tris pemuda itu memang sudah memiliki firasat buruk sejak awal namun tetap saja ia tak siap mendapat kabar ini, ia bahkan belum sempat memanjakan sosok yang mejadi adik bungsunya itu.
Tania dan Bianca mereka tak percaya dengan kabar yang mereka Terima, mereka segera pulang saat itu juga karna kebetulan mereka sedang berada di London karna urusan keluarga.
Hari itu semua orang berkabung lebih dari 10.000 nyawa di tegur dalam satu hari, dan hari itu resmi mendapat nama Tragedi 4 April yang membekas di hati setiap orang.
Hari demi hari berlalu namun trageni itu tak akan pernah terlupakan selama berbulan bulan banyak orang berkabung, terjadi renovasi besar besaran karna kerugian yang di dapat.
Dan Zavier? Pemuda itu mengalami gangguan pada kesehatan mentalnya mengharuskan ia dirawat setahun penuh di rumah sakit jiwa. Begitu pula dengan Latifa, Tasya dan Bianca.
Tris memilih pindah ke London untuk melanjutkan sekolahnya begitu pula dengan geng Lion dan DG yang lainnya mereka menyebarkan ke beberapa negara.
Sagara? Ia memilih merawat sang anak walaupun ia sembuh pemuda itu menjadi sosok yang dingin tak tersentuh tak ingin di sentuh tanpa seisinnya bahkan setiap ucapan Nia tentang tipenya pun Zavier lakukan.
Tak ada cara lain ia melanjutkan hidupnya tetap di negara itu, ia tak ingin melepas kenangan Nia biarlah ia terbayang sosok Nia karna itulah kebahagiaannya bahkan kamarnya di penuhi segala sesuatu yang berhubungan dengan gadis itu.
END
•---°---°---•
KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Worry Be Happy (END)
FantasyTentang Laila Kineta gadis 23 tahun yang ingin membalas dendam kala ia hidup kembali setelah 25 tahun kematiannya, bertemu dengan orang dari masa lalu dan mulai hidup dengan diri dan identitasnya yang baru. Sorry kalau gak sesuai dengan deskripsi n...
